Tuesday, 8 December 2015

Bahasa Wong Nganjuk


Oleh: Khoirul Taqwim

Siapa lupa Nganjuk
Jangan itu kataku
Apa kau lupa disini ada Dr. Soetomo
Dia pendiri Budi Utomo
Dia Pahlawan yang dihargai sejagad Nusantara
Apa kau lupa disini banyak tokoh jagad Brathayuda
Jangan kau lupa sejarah

Aku berpikir kembali jangan lupa melupa
Bisikan hati kecilku terucap dari dalam
Kupijakkan kaki di Nganjuk
Kemana kau tak datang
Hamparan sawah menunggu
Kamu tak datang jua hari
Kerdil nyaliku
Tapi aku tak takut walau aku kentut buta
Menyeret kamu keduniaku
Aroganku kambuh
Simpuh sembah kuminta ma’af
Ampuni aku bos
Ampuni aku semua
Terucap dari simpuh nadirku

Hari Nganjuk telah tiba nanta
Kota nan kecil
Tapi jangan kau kecilkan
Sebab negeri Nganjuk masih lumayan surga
Alamnya
Suburnya
Semua kurasa
Nafas Nganjuk
Mengarungi petani disawah
Mengarungi langkah sahabat
Itu bahasa wong Nganjuk berkata

Nurani Nganjukku terucap dalam bahasa nyawa
Biar semua lebur
Nganjukku harus berdiri tegak menjulang di jagad raya
Bahasa Nganjuk menggema seantera negeri maya

Terima kasih Kuucap makna
Nganjuk bicara lewat bahasa maya
Hari ini dan selamanya

Monday, 7 December 2015

Geguritan Ayat-Ayat Bidadari


Dening: Khoirul Taqwim

Kartika-kartika teng tawang bertaburan
sareng para rombongan Bidadari swargi
kaliyan pasuryan-pasuryan nan sae rupawan
Bercahaya kemilau kaliyan aroma
ingkang harum semerbak penuh kendahan
Memenuhi antawis tawang ugi bumi

Cahaya nan pajar dipuntawang kepitu
sareng keheningan dalu ingkang kian larut
mraos disudut-sudut ruang jiwa
ingkang bisu, sepen, kaken, beku
sayangipun saknalika penggalih tenang
dipunkala ngenget ayat-ayat Bidadari

Panjenengan ngertosi
Tentang ayat-Ayat Bidadari swargi
Mengusik dipunsamukawis alunan raos
ngasta penggalih gelisah pitaken
Tentang pasuryan-pasuryan Bidadari merasuk sukma
ngantos penggalih terlena tentang panjenenganipun Bidadari
inggil kendahan ingkang tertutup kerudung-kerudung pethak
teng sapanjang margi ambakan kesugengan

Ngertoso siro panjenengan wahai Bidadari
dalem nyerat dipunwalik wados kapang
ingkang kian dinten ngasta dalem gelisah
ngantos cahaya jiwa kraos dipunantawis gelap ugi pajar
amargi jiwa salajeng maweni margi raos
ngantos ngantosa adalem waos tentang ayat-ayat Bidadari

Panjenengan ngertosi
Tentang ayat-ayat Bidadari
kala lathi para Bidadari berucap sepatah tembung
swargi berdendang kaliyan swanten lembat kraos lebet jiwa
Merdu midhanget dipunsaben celah-celah pamidhangetan
sareng ayat-ayat Bidadari

Cahaya jiwa kraos
kerenan
Bahagia
Menyejukkan soca
Mencemerlangkan pandangan
mboten nate ngaot
ugi mboten nate ngasta duka lara
punika piyambakipun sedaya para Bidadari swargi

Wahai para Bidadari
kaliyan soca ingkang berbinar-binar
Paras ingkang mekaten sae
kendahan ingkang mboten pabenaken
Akhlak ingkang mekaten mulia
sedaya kekempal dados setunggal padu
sareng kendahan miyos kresaa batos

Adalem ngasta sajak
Sesederhana bokmenawi
Dikamar timur menika
Tentang piyambakipun sedaya para Bidadari swargi
ingkang dipenuhi mutiara dalem kesaen
ugi piyambakipun sedaya para Bidadari
wonten disepanjang taman swargi
dipunpakawisan-pakawisan nan sae rupawan
teng soca tirta-soca tirta kesugengan
Dibalut sutra ingkang lembat ugi tebal
salajeng ngreksa kebektosan

Subhanallah
dalem berucap saking penggalih ingkang paling lebet
kagem piyambakipun sedaya para Bidadari swargi
amargi piyambakipun sedaya sampun nawala kresaa tersirat
sareng ayat-ayat Bidadari

Ateis Dalam Pandangan Islam


By: Khoirul Taqwim

Tak sedkit para pemikir Ilmu yang mengedepankan cara pandang melalui rasionalitas menganggap bahwa agama itu candu, bahkan menganggap Tuhan itu sudah mati. Sehingga memunculkan gagasan ateis atau disebut dengan istilah orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan. Berangkat dari sinilah dibutuhkan analisa yang tajam tentang keberadaan Tuhan dalam pandangan ateis maupun dalam pandangan Islam.

Bagi orang yang beriman tentunya mempercayai keberadaan Tuhan itu ada, tetapi bagi orang ateis menganggap Tuhan hanya sebatas bualan belaka. Bahkan lebih jauh lagi kitab-kitab suci dianggap hanya sebatas dongeng semata.

Ajaran ateis mengedepankan rasionalitas yang cenderung mengarah untuk menegasikan sebuah logika jiwa. Sehingga mereka para pengagum ateis lebih berkutat kepada logika akal dengan menegasikan logika jiwa. Sehingga paradigma kaum ateis lebih cenderung menonjolkan akal belaka, padahal akal terkadang tertipu hanya sebatas dalam indera penglihatan semata, tetapi tidak mampu melihat misteri dibalik suatu kondisi yang lebih rumit, sedangkan keberadaan logika akal tak jarang belum mampu menembusnya.

Kaum ateis menganggap alam semesta hanya sebatas hasil evolusi belaka, begitu juga manusia lahir dari hasil evolusi semata, bahkan lebih jauh lagi agama samawi tak lepas dari hasil evolusi kepercayaan sederhana yaitu: hasil dari evolusi kepercayaan totemisme, animisme dan dinamisme. Sehingga keyakinan tentang adanya sang maha pencipta tak lepas dari hasil evolusi keyakinan sederhana lalu menuju hasil agama samawi.

Melihat realitas tentang adanya pemahaman ateis yang mulai merasuki paradigma pemikiran para pelajar, baik pelajar dari barat maupun para pelajar dari timur, tentunya menjadi permasalahan besar bagi lembaga pendidikan dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, untuk terus berupaya memberikan pemahaman secara gamblang dan jujur, untuk memilah antara logika akal dengan logika jiwa, supaya dua logika ini tidak saling tumpang tindih.

Ketika logika akal cenderung berlebihan dalam memberikan penjelasan tentang permasalahan kehidupan, tentunya yang ada nantinya akan memunculkan sebuah paradigma pemikiran ateis. Karena keyakinan dalam beragama dikupas melalui logika akal semata, tanpa melihat logika jiwa. Begitu juga kalau lebih mengedepankan logika jiwa sehingga akan memunculkan pola pikir mitologi yang berlebihan. Sehingga segala permasalahan dikaitkan dengan logika jiwa, tanpa melihat logika olah akal.

Berangkat dari pemahaman diatas Islam mengajarkan suatu olah pikir yang mengambil jalan tengah, bahwa antara logika akal dengan logika jiwa sudah seharusnya saling mengisi antara satu sama lain, tentunya untuk menguatkan keimanan bagi umat Islam, bukan malah mengambil satu sisi dan berakibat melemahkan keimanan.

Islam jelas mengajarkan bagi umat Islam untuk mngimani adanya Allah. Bahkan seseorang tidak dikatakan beriman hingga dia mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. 

Islam juga mengajarkan untuk mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah.

Islam juga mengajarkan untuk mengimani kepada kitab-kitab Allah, bahwa seluruh kitab Allah adalah firman-Nya dan bukanlah ciptaanNya. 

Islam juga mengajarkan untuk mengimani kepada para rasul Allah, bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, 

Islam juga mengajarkan untuk mengimani kepada hari akhir, dan pada substansinya Islam mengajarkan rukun Iman yang terdiri dari: Beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat Allah, beriman kepada Kitab-kitab Allah, beriman kepada Para Nabi dan Rasul Allah, beriman kepada hari kiamat,  beriman kepada Qada dan Qadar.

Kembali kepada gagasan ateis yang tidak mempercayai akan adanya Tuhan, berarti ateis sama dengan mengingkari keberadaan rukun iman. Sehingga ateis sangat tidak sejalan dengan ajaran Islam yang mempercayai adanya rukun iman.

Berangkat dari argumen diatas berarti ajaran ateis sangat bertentangan dengan ajaran Islam, apalagi Islam mengajarkan Tauhid Uluhiyyah yaitu: mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadahan baik yang zhahir maupun yang batin, begitu juga Islam mengajarkan bentuk Tauhid Rububiyyah yaitu: mentauhidkan Allah dalam kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, serta menyatakan dengan tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb dan Pencipta semua makhluk, dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan manusia maupun keadaan alam semesta.

Semoga Allah memberi petunjuk dan jalan kebaikan bagi mereka yang mau memahami makna keimanan yang tersurat maupun yang tersirat, Amin......

Sunday, 6 December 2015

Geguritan Sang Pemberontak


By: Khoirul Taqwim

Ron-ron ndhawahan
Disepanjang geretan ambakan kesugengan
Udara miwiti dipunregedi
Limbah-limbah pabrik
inggil menjulang
merneni angkasa raya
kaliyan yuta-yuta regedan
rahina kresaa dalu mboten nate kendel
Sang tuan ngrisak alam kesugengan

Pemberontakan kageman saking Jiwa-jiwa kesugengan
ingkang muncul saking lubang kegelisahan
ingkang mboten tepang lelah disepanjang hayat
kala marak sang tuan durjana kekuwaosan

Menika cerios sang pemberontak
kaliyan asta marak sang tuan
soca tajam kados peksi memedos
ingkang jagi menerkam sang mangsa buruannya

Sang pemberontak
setunggal cerios timur insan manusia
kaliyan salira lusuh menenteng sayuta pertanyan
ingkang mboten wangsul inggil asma bahasa kesugengan

Sang pemberontak
paningalanan ketidakpuasan
paningalanan mukawis solusi
kala mengeja antawis takdir ugi keyektosan

Sang pemberontak
kaliyan mental kewantunan
ingkang betah teng upgrade
lebet mengsah sang pangagungan kekuwaosan

Menika setunggal cerios timur
inggil asma pemberontakan
kaliyan bahasa sajak dewi kesugengan

Saturday, 5 December 2015

Sang Mentis Pangagungan Gandrung


Dening: Khoirul Taqwim

Mendung tebal nyingepi alam
Sementara samodran terhampar bintu
taksih setia ngrencangi raos jiwa ingkang sepen
amargi dinten menika, esok ugi salaminipun
Sang mentis pangagungan gandrung
taksih menaungi alam semesta

Wahai insan manusia
Sang mentis gandrung sampun nyugengaken ruh
kagem panjenengan kakung ugi putri
supados panjenengan nepang antawis setunggal sami benten
sami ngaosi
sami ngaosi, melindungi, nggandrungi
ugi sami nggandrung lebet naungan Ilahi

Demi bumi ugi tawang
Keberkahan berpasang-pasangan
yaiku: hikmah ingkang sae teng eja lebet raos
Rezeki yaiku: anugerah Ilahi sang mentis pangagungan gandrung
Terlukis lebet firman ugi sabda

Pikrama !
yaiku: gandrung
pikrama !
yaiku: kemuliaan lebet bentuk ketaqwaan
dhateng sang mentis pangagungan gandrung

Cakrawala
Menembus lintas wates pamenggalihan manusia
inggil setunggal jarwi raos gandrung
menika setunggal bentuk keagungan Ilahi
ingkang nawala kresaa tersirat
kagem panjenengan wahai insan manusia
supados dipunantawis panjenengan dados panulung
dipunantawis sakageman ingkang benten
ngastaa kebajikan
panjenengan salirakaken Sholat
Tunaikanlah zakat
Taatlah dhateng Allah ugi Rasul
supados Ihsan, Islam, ugi kapitadosan
salajeng teng penggalih ingkang paling lebet

Kala bumi berguncang
tawang bertebaran dados anai-anai
dinten punika rahmat Ilahi badhe rawuh
kagem piyambakipun sedaya ingkang mboten ragu badhe kekasinggihanan firmanMU
amargi panjenengan sang mentis perkasa malih mentis bijaksana