Sunday, 3 April 2016

Tutur Katamu


By: Khoirul Taqwim

Hujan rinai rintik-rintik
Masih menghias alam sekitarnya
Basah kuyub pohon-pohon terlihat jelas dikelopak mataku
Sungguh membuat jiwaku terkenang akan kehadiran kerudungmu
Hingga membuat jantungku tertegun sejenak
Saat mengingat kehadiran kerudung indahmu
Yang selalu menghias dimustakamu

Hujan rinai rintik-rintik
Masih membasahi bumi raya
Sungguh hujan rinai rintik-rintik
Membuat jiwaku merasa akan kehadiranmu
Yang begitu lembut tutur katamu
Sampai tutur katamu menyentuh kalbuku yang terdalam
Hingga jiwaku terbayang akan budi pekertimu
Penuh dengan keluhuran yang begitu sempurna kurasa

Hujan rinai rintik-rintik
Mengingatkanku akan kelembutan tutur katamu
Yang penuh kesopanan dalam bahasamu
Sungguh aku merasa tutur katamu
Sebuah bentuk suri tauladan kesopanan yang sempurna
Hingga tutur katamu
Menyentuh kedasar kalbuku yang terdalam

Kecantikan tutur katamu
Membuat ketenteraman dalam kehidupan
Laksana tanah lapang yang gersang
Engkau bah air hujan rintik-rintik membasahi alam semesta
Sungguh tutur katamu memberi anugerah ketentaraman jiwa
Karena tutur katamu begitu elok kudengar dijiwaku yang terdalam
Sungguh aku mengagumi keindahan tutur katamu
Sampai aku selalu terpaut dengan tutur katamu
Penuh dengan sopan santun yang menggugah relung-relung kalbuku

Saat Surat Cinta Kutulis


By: Khoirul Taqwim

Malam menjadi saksi
Bintang menjadi inspirasi
Kegelapan malam masih menyelimuti alam semesta
Suara binatang masih terdengar nyaring ditanah lapang
Begitu juga sinar rembulan masih menyelimuti alam tambatan jiwa
Hingga sampailah hatiku terketuk olehmu
Dikau yang kurasa dalam benak jiwa yang terdalam
Karena engkau mutiara jiwaku
Indah, permai saat mengingatmu

Kala jiwa mulai tak terbendung
Akan inginku tentangmu
Saat itu surat cinta kutulis untukmu
Walau bahasaku tak seindah mendung raya
Namun rasa ikhlasku mencintaimu
Sudah tertanam didasar samudra jiwaku
Hingga seluruh nadiku bergetar
Saat kata-perkata kutulis untukmu
Dari hati terdalamku

Saat surat cinta kutulis untukmu
Tak terasa air mata mengalir deras dari kelopak mataku
Hingga seluruh kujur tubuhku terasa beku
Resah gelisah yang kurasa saat itu
Namun jiwaku masih berusaha tegar
Walau berat kurasa dalam benak sanubariku
Saat mengungkapkan rasa cintaku untukmu

Surat yang kutulis untukmu
Mewakili perasaan jiwaku atas rasaku tentangmu
Walau seluruh rasaku tak dapat kutulis dengan kesempurnaan
Namun paling tidak aku pernah menulis sekelumit rasa kalbuku untukmu
Hingga sampailah diriku mengatakan rasa cinta yang kutulis untukmu
Walau hanya sekedar bahasa sederhana
Tetapi besar harapanku dikau tahu tentang rasa jiwaku
Tertuju hanya untukmu seorang adinda tersayang
Kuhaturkan terima kasih untukmu dari hati terdalamku

Saturday, 2 April 2016

Kenangan Terindah


By: Khoirul Taqwim

Saat berjalan bersamamu
Terasa indah dunia kurasa
Hingga seluruh kalbuku merasa kanyamanan terasa
Karena dikau mampu memghadirkan canda tawa
Padahal keadaan lagi duka lara
Dikau juga mampu menghadirkan ketenangan jiwa
Padahal keadaan lagi kacau balau dalam jiwa

Kenangan bersamamu
Menjadi kenangan terindah dalam benakku
Hingga seluruh jiwaku
Saat mengingatmu sejuta keindahan terasa
Sampai masuk dalam dasar hatiku
Karena dikau bagian nafas hidupku
Masuk disegala penjuru arah jantungku

Saat matahari mulai terbit
Saat itu kenangan tentangmu hadir dalam benakku
Hingga seluruh jiwaku
Merasa ada sesuatu yang hadir tentangmu
Bersama balutan kenangan yang terindah
Sampai detik ini belum terlupa dalam benakku
Karena dikau menjadi pelabuhan jiwaku
Saat diri merasa sepi dalam mengeja langkah hidup ini

Mengenangmu
Pancarkan aura kebahagiaan
Karena dikau permata jiwaku
Saat diri dalam dahaga kehausan akan kasih sayang
Dikau selalu hadir
Walau hanya sebatas kenangan
Namun itu semua terasa kenangan terindah
Sepanjang nafas perjalanan jiwa ini

Wednesday, 30 March 2016

Saat Sajak Cinta Mulai Kutulis Untukmu


By: Khoirul Taqwim

Kuncup bunga mulai mekar
Saat itu sajak cinta mulai kutulis untukmu
Hanya sang maha pemilik alam yang tahu apa yang kurasa
Atas desahan jiwa yang mulai terasa didasar hatiku
Karena dikau kurasa jawaban dari segala pertanyaan dalam benakku
Hingga sampailah waktu jiwaku tumbuh kembang bersama asmaramu
Hingga sampailah pula dikau bagian dari nafas detak jantungku
Sungguh jiwaku untukmu bersama bahasa rasa

Saat bunga masih mekar ditaman jiwa
Dikau menampakkan ayu jelita menawan hatiku
Hingga daku terpanah asmara rindu
Bersama rasa yang terpendam dalam kalbu
Karena dikau asmara terindah yang terukir dalam jiwaku
Sampai daku larut dalam bayang-bayang wajah indahmu

Saat bunga tumbuh kembang
Dikau bagai sosok Bidadari yang berlabuh
Hadir dalam jiwaku penuh dengan kelembutan
Karena dikau bagian kesempurnaan alam semesta
Hingga sampailah dikau membangkitkan gelora jiwaku dengan pancaran budimu
Sampai daku terpaut bersama kelembutan asmaramu
Sungguh begitu jelas keindahanmu terasa dalam sanubariku

Bila esok kau masih hadir dibenakku
Haturkan salam rinduku untukmu
Karena dikau adalah: jawaban jiwaku
Untuk mengisi rasa kalbuku yang lama membeku
Namun disaat dikau hadir dalam benakku
Aku merasa dikau asmara seluas samudra rasa
Begitu pula aku merasa asmaramu terindah yang hadir dalam detak jantungku
Karena dikau adalah: segala-galanya
Untukku dan selamanya

Tuesday, 29 March 2016

Tragedi Bom Ibu Kota


By: Khoirul Taqwim

Jalanan masih berdebu
Seketika menjadi cairan darah
Saat bom meledak disegala penjuru kota
Mengepullah asap melambung tinggi dicakrawala
Bom siang itu menebar teror menakutkan
Mencekam bagi setiap kepala insan manusia
Saat melihat teror disepanjang jalan keramaian ibu kota

Teror bom
Mencekam terasa disudut-sudut kota
Membuat rasa takut bagi dia yang merasa
Hingga tak terasa teror bom meluas bagai hantu tak bertuan
Televisi memberitakan atas tragedi bom siang itu
Hingga koran-koran tak ketinggalan pula memberitakan tentang bom siang itu
Bahkan media sosial tak henti-hentinya
Membicarakan bom tragedi kemanusiaan di Ibu kota

Ledakan bom di Ibu kota
Menjadi buah bibir diwarung-warung kopi
Hingga sampailah segala penjuru dunia mendengar
Atas tragedi bom Ibu kota
Mencekam keadaan
Menakutkan kondisi siang itu
Darah mengalir di Ibu kota
Air mata kesedihan tak terbendung sudah
Atas tragedi bom Ibu kota siang itu

Teror bom siang itu
Menjadi pertanda alam kedamaian masih sebatas harapan
Teror bom siang itu
Menambah deretan panjang tragedi kemanusiaan
Teror bom siang itu
Menjadi pertanda rasa kenyamanan masih dalam lingkaran pertanyaan
Teror bom siang itu
Pertanda alam kemanusiaan masih dipenuhi dengan keserakahan membabi buta
Teror bom siang itu
Menjelma menjadi hantu di Ibu kota
Hingga sampailah waktu teror bom siang itu
Menjadi konsumsi berita dialam raya