Sunday, 31 January 2016

Kerudung Panjenengan



Dening: Khoirul Taqwim

Keheningan dalu
Kesunyian menghampiri rongga-rongga jiwa
ngantos penggalih kraos wonten samukawis ingkang mlebet
Menuju celah-celah kalbu ingkang paling lebet
ngantos tibalah sukmaku kampil lebet lamunan dalu

Kerudung panjenengan
taksih adalem enget kaliyan pertela
ebo kesaen kerudungmu mraos dimustakamu
ngantos sukmaku mlebet lebet lamunan ingkang mboten ngabah
amargi dipunpanjenengan yaiku: kesaen ingkang keserat dipuntawang bintu
ngasta sedaya decak kagumku tertuju kagem panjenengan

Duhai kenyo endah
Kerudungmu yaiku: anugerah Ilahi
mekaten sae mega kala dipandang
ngantos ngasta sedaya jantungku berdetak kencang
kala ngenget kerudung endah panjenengan
amargi tiada tara kesaen kerudungmu
kala mraosi dipunantawis celah-celah mustakamu

Duhai kenyo paling endah
lebet kesunyian dalu menika
dalem ngenget panjenengan sareng sajak-sajakku
ngantos ngantosa sukmaku mlebet lebet engetan tentangmu
inggil kendahan rupa panjenengan ingkang dibalut kerudung sae panjenengan

Subhanallah
dalem mengucap raos kagumku kagem panjenengan
inggil kendahan rupa panjenengan
dipunwalik kerudung ingkang panjenengan sandarkan dimustakamu
ngantos kemriksa mraos disepanjang margi kesugengan ingkang penuh keajaiban

Duhai kenyo berkerudung
Secuil do'a saking lubuk kalbuku kagem panjenengan
mugi-mugi panjenengan bahagia salajeng dipunngrika, Amin.....

Saturday, 30 January 2016

Perkembangan dan Pemikiran Islam Tradisional Indonesia


By: Khoirul Taqwim

Islam tradisional tumbuh berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak awal agama Islam datang ke-Nusantara, tetapi dalam perjalanan Islam tradisional mendapatkan berbagai tantangan dari berbagai sekte Islam dengan gagasan ke-Islaman yang cenderung sepihak dalam membedah khazanah tentang Nilai-nilai yang terkandung dalam ke-Islaman. Bahkan tantangan yang terkuat datang sejak bangsa eropa datang ke-Indonesia dengan membawa bendera kolonialisme. Sehingga memunculkan Islam dengan corak modern dengan meniru gaya hidup ala bangsa eropa, padahal corak ke-Islaman model dari bangsa eropa tidak sesuai dengan masyarakat di nusantara.

Perjalanan Islam tradisional semakin kuat di saat kemerdekaan bangsa Indonesia telah hadir dalam kehidupan masyarakat. Bahkan Islam tradisional dengan gencar mendirikan berbagai pendidikan melalui pondok pesantren maupun dalam bentuk pendidikan lain, tetapi dalam perjalanan selanjutnya Islam tradisonal semakin menghadapi beragam tantangan yang kuat dari dominasi bangsa barat dan para pejuang khilafah. Sehingga Islam trdaisional semakin di anggap sebagai budaya yang ketinggalan zaman. Bahkan ada istilah Islam konservatif yang di alamatkan penganut Islam tradisional, tetapi stigma yang paling menyakitkan Islam tradisonal di anggap sebagai pengejawantahan terhadap nenek moyang yang jauh dari Nilai-nilai ke-Islaman.

Melihat beragam serangan dari berbagai argumen para penganut di luar Islam tradisional, perlu ada sebuah bentuk pemahaman secara tepat, bahwa tuduhan dari luar Islam tradisional bukanlah sebuah kebenaran, sebab Islam tradisional merupakan sebuah pengejawantahan antara Nilai-nilai ke-Islaman dengan budaya masyarakat setempat, agar terjadi saling berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya.

Perjalanan Islam tradisonal setelah era reformasi dengan berbagai gejolak ke-Islaman datang begitu gencar, Bahkan kita kenal dengan sebutan istilah ke-Islaman dengan pemahaman Liberal, Khilafah dan masih banyak lagi Istilah-istilah lainnya. Sehingga membuat Islam tradisonal mencoba menjawab tantangan zaman yang datang dari berbagai kalangan dengan seonggok dogma yang tidak cocok dengan masyarakat Islam tradisional.

Geliat Islam tradisional dalam menjawab sebuah argumen Islam liberal dengan berusaha memberikan sebuah pemaparan dengan cara mengerahkan dengan berpegang pada sebuah nilai keseimbangan antara tekstual dengan kontekstual.

Keberadaan Islam Liberal cenderung secara kontekstual dalam memberikan sebuah makna kehidupan. Sehingga terkadang Islam liberal kebablasan dalam menerjemahkan masalah kajian ke-Islaman tanpa mengindahkan tekstual. Nah! dari sinilah perlu ada sebuah pemaparan yang saling berkaitan antara tekstual dengan kontekstual secara tepat dalam menempatkan sebuah permasalahan.

Sedangkan Islam khilafah cenderung mengarah kepada pembahasan seputar pemurnian Islam. Bahkan kajian Islam Khilafah cenderung mengarah dalam bentuk tekstual, padahal antara tekstual dengan kontekstual sudah semestinya harus sejalan dalam melihat beragam fenomena kehidupan masyarakat secara luas.

Pasca reformasi telah terjadi sebuah pola pikir dengan mengarah kebablasan dalam mengkaji ke-Islaman baik dari Islam Liberal maupun Islam Khilafah. Sehingga menghasilkan satu sama lain saling menaruh curiga sesama masyarakat Islam. Nah! Islam tradisional pasca reformasi merupakan wajah dinamika baru dalam memberikan sebuah pemahaman dengan jalan tengah, bahwa Islam merupakan perpaduan antara tekstual dengan kontekstual dalam menjawab dan menerjemahkan beragam permasalahan kehidupan masyarakat secara umum.

Keberadaan Islam tradisional merupakan sebuah proses menuju jalan tengah antara pergolakan Islam ala barat dengan pergolakan Islam ala timur tengah. Nah! disinilah Islam tradisional berperan sebagai media jalan tengah dalam memajukan Islam di Indonesia dalam mencari sebuah makna Nilai-nilai ke-Islaman yang tersurat maupun tersirat.

Dengan melihat berbagai permasalahan tentang ke-Islaman di Indonesia sebelum kemerdekaan, saat kemerdekaan dan setelah kemerdekaan membuat Islam tradisional mencoba mengubah dan menyesuaikan dalam menempatkan sebuah gagasan. Sebab agama Islam merupakan sebuah pengejawantahan antara Nilai-nilai ke-Islaman dalam kehidupan masyarakat secara universal. Semoga Allah Membekali kita dengan ilmu yang bermanfa'at, menjadikan kita termasuk orang yang berilmu dan menjadikan kita termasuk golongan manusia yang mulia di dunia maupun di akhirat, Amiin.....

Njambe panjenengan Sareng Balutan Ibadah



Dening: Khoirul Taqwim

Njambe panjenengan
lebet setunggal margi suci
sareng balutan ibadah
dipunmaweni guyuran jawah deras dipunpasuryan bumi
Bukti inggil keberkahan Ilahi sampun rawuh
satuhu keajaiban alam tanpa dipunatur
tumut menyambut dinten kebahagiaan
kala njambe panjenengan duhai dambaan jiwaku
ngantos mboten kraos butiran waspa kebahagiaan
dhawah sareng guyuran tirta jawah rahina menika

Duhai putri adalem
dalem njambe panjenengan dinten menika
Disaksikan tawang kresaa bumi
Disaksikan bantala teles kresaa mendung raya
ngantos alam semesta midhanget bisikan tembung-tembung adalem
kala dalem njambe panjenengan dipundinten kebahagiaan menika

Duhai putri endah
dinten ingkang teles diguyur jawah menika
dalem njambe panjenengan dados tanda bektos adalem wonten Ilahi
menawi gandrung adalem badhe dados halal disaksikan alam semesta dinten menika
ngantosa wanci dipunpanjenengan dados garwa adalem
Bahkan dados sejarah paling pangaos lebet margi ambakan sugeng adalem

Duhai putri anggun nan sholikah
dalem njambe panjenengan kaliyan sajadah sederhana
dados tanda matur sembah nuwun adalem wonten Ilahi
amargi dipunpanjenengan dinten menika
nampi gandrung suciku ingkang adalem ampil saking penggalih sanubariku
kaliyan dalem njambe panjenengan
dalem ngajeng-ajeng tawang midhanget
Bumi menyaksikan gandrung suci kita sedaya
ngantos Allah sang pangagungan alam semesta
Merestui gandrung kita sedaya lebet balutan ibadah suci

Duhai putri idamanku
penggalih sanubariku ngendika sederhana
njambe panjenengan yaiku: kebektosan sae
njambe panjenengan yaiku: anugerah Ilahi ingkang mboten saged dilukis kaliyan tembung
njambe panjenengan yaiku: keajaiban ingkang sampun tergaris dipuntawang kepitu
njambe panjenengan yaiku: keberuntungan ingkang penuh rahmat
njambe panjenengan yaiku: Ibadah suci ingkang nawala saking wucalan Ilahi
njambe panjenengan yaiku: kebahagiaan lebet margi ambakan sugeng adalem
njambe panjenengan, njambe panjenengan, ugi njambe panjenengan
ngantos terminologi bahasaku mboten sagah nyerat tembung tentang kesaen kala njambe panjenengan

Friday, 29 January 2016

Kajian Ke-Islaman Bersama Gus Wim


By: Sayyid Qutub

Khoirul Taqwim atau Gus Wim merupakan tokoh muda pembaharu Islam, tak sedikit pemikiran tentang kajian ke-Islaman yang lahir dari paradigma pemikiran Gus Wim mampu menerjemahkan realitas kehidupan yang dibalut dengan ajaran Islam secara elegan dan dinamis ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara luas. Sehingga paradigma pemikiran Gus Wim tentang ke-Islaman dapat disandingkan dengan beberapa tokoh Intelektual Islam yang mampu menggali ke-Islaman, baik dari zaman klasik hingga zaman kontemporer ke-Islaman.

Gagasan Gus Wim begitu besar mengenai ke-Islaman, baik dari sejarah ke-Islaman hingga paradigma pemikiran ke-Islaman kontemporer, dan dia Gus Wim mampu menggairahkan dunia ke-Islaman dengan cara pandang yang sangat sederhana, tetapi cara pandang Gus Wim mampu mencapai titik puncak dalam paradigma pemikiran ke-Islaman saat ini.

Pola pikir Gus Wim dalam membedah ke-Islaman mampu memberikan sebuah penyegaran, bahwa umat Islam sejak zaman pasca Nabi Muhammad SAW, ternyata tak lepas dari cara pandang tafsir dalam menggali ke-Islaman. Sehingga Islam dengan berbagai wajah tentang bentuk kajian ke-Islaman, mulai dari akidah, akhlak, fiqih, syari'ah, tasawuf, filsafat, muamalah, dan lain sebagainya. Ternyata tak lepas dari sebuah persepsi tafsir semata, tetapi Gus Wim sangat menyayangkan dengan adanya berbagai persepsi tentang tafsir, namun ternyata tak jarang menjadi sebuah pembenaran bagi diri maupun kelompok umat Islam yang ada. Sehingga dengan pembenaran diri tak jarang antar individu maupun antar kelompok umat Islam bersikap saling mengkafirkan antar satu sama lain.

Paradigma pemikiran Gus Wim dalam kajian ke-Islaman dapat menambah wawasan bagi umat Islam, untuk terus menggali ajaran Islam dengan disertai semangat tepa selira sebagai bentuk menghargai pemahaman individu maupun pemahaman kelompok lain, dan dia Gus Wim tentunya berusaha menjauhkan diri maupun kelompok dari sikap saling menjatuhkan sesama umat Islam.

Kajian ke-Islaman bersama Gus Wim tak jarang dapat menyejukkan jiwa bagi para umat Islam, untuk saling mencerna kebenaran dengan kepala dingin, dan menghilangkan ketegangan dan saling curiga antar umat Islam. Karena kebenaran sesungguhnya hanya milik Allah SWT. Sehingga manusia hanya sebatas menggali kebenaran dalam ajaran agama Islam, tetapi tidak dibenarkan mengkafirkan antar umat Islam itu sendiri.

Dengan mengkaji ajaran Islam bersama Gus Wim dapat menambah wawasan bagi umat Islam secara cerdas dalam menggali khazanah ajaran Islam menuju Islam yang rahmat bagi seluruh alam semesta.

Semoga kajian ke-Islaman bersama Gus Wim dapat memberikan kebajikan bagi kita semua, Amin.................

Kelembatan Kalbumu



Dening: Khoirul Taqwim

Subuh miwiti tiba
pasuryan kartika-kartika miwiti ical diangkasa raya
sayangipun kelembatan kalbumu taksih dhateng dibenakku
ngantos salira kampil lebet mega-mega ingkang dipenuhi werni kusuma kendahan
amargi Adinda sosok kesempurnaan masa sakmenika
kagem salira ingkang salit badhe kelembatan kalbumu

Adinda
enjing subuh menika
Alam sekitarku taksih dipunsingepi embun raya
ngantos sedaya ragaku kraos sejuk mboten kinten
amargi embun enjing dinten menika
mekaten sejuk kraos mlebet dipunsaben jengkal kalbuku

Duhai Adinda
kelembatan kalbumu
mekaten sae adalem raos dipunsaben jengkal ambakan adalem
ngantos salira kampil lebet asmara jiwa ingkang dipenuhi gairah-gairah kesaen
saking ujung ampeyan ngantos ujung rikma adalem
kraos tersentuh dening kelembatan kalbumu
amargi Adinda yaiku: jiwa kendahan lebet detak jantungku
kala salira sareng lebet teduhan Adinda

Wahai Adinda
kelembatan kalbumu sampun merasuki sukmaku ingkang paling lebet
ngantos jiwaku hanyut lebet riwe asih panjenengan
amargi Adinda yaiku: keajaiban ingkang adalem raos lebet benakku
ngantos salira kraos penuh kebahagiaan

Duhai Adinda endah
dalem nyerat sederhana kagem panjenengan
amargi adinda yaiku: kageman lebet margi jiwaku
Menuju alam penuh raos sayuta aos kesaen
adalem raos lebet saben jengkal ambakan sugeng adalem