Sunday, 1 May 2016

Kesabaran Para Perawat


By: Khoirul Taqwim

Saat tubuh luka dipapan-papan kehidupan
Engkau para perawat dengan penuh kesabaran
Merawat luka dengan penuh keikhlasan
Sungguh mulia jiwamu kurasa
Laksana rembulan menyinari kegelapan malam
Tanpa lelah memberi warna bermakna tentang nafas kehidupan
Begitu juga engkau wahai perawat
Tanpa pamrih merawat para pasien
Demi kesembuhan luka para pasien
Sungguh budi pekertimu mengandung keteladanan yang menakjubkan

Atas nama kemanusiaan
Demi pengabdianmu pada penyembuhan
Engkau para perawat dengan penuh kesabaran
Merawat para pasien yang sedang sakit
Hingga membuat detakan jantungku berhenti sejenak
Memperhatikan kesabaranmu yang mengagumkan
Sampai seluruh jiwaku menyimak akan budi pekertimu yang luhur

Kesabaran para perawat
Menggugah sajakku untuk menulismu
Sungguh aku mengagumi keteladanan budimu
Penuh dengan kesabaran merawat para pasien
Walau ragamu terkadang nampak lelah
Namun kobaran semangatmu merawat pasien
Masih membara membakar jiwa
Tuk terus merawat para pasien
Sampai sembuh dari luka

Duhai para perawat
Kesabaranmu penuh keikhlasan yang mengagumkan
Engkau akan menjadi suri tauladan kebaikan di alam semesta
Engkau akan tercatat dalam sejarah tinta emas
Karena jiwamu sungguh mulia kurasa
Hingga seluruh kalbuku memberi isyarat rasa
Bahwa engkau perawat yang penuh keindahan budi pekerti
Atas nama kemanusiaan dan atas nama keyakinan
Engkau mengabdi pada penyembuhan

Saturday, 30 April 2016

Keajaiban Wajahmu


By: Khoirul Taqwim

Saat matahari masih bersinar terang
Engkau berjalan didekatku dengan penuh keanggunan
Kulihat engkau memakai kerudung hitam dimustakamu
Kulihat engkau juga memakai baju putih bersih
Saat sedang berjalan dengan lambaian gemulai tanganmu
Lalu kutatap wajahmu dengan kelembutan
Sungguh aku melihat wajahmu
Laksana rembulan yang bersinar terang
Wajahmu terasa penuh dengan keajaiban alam kesempurnaan

Keajaiban wajahmu
Hinggapi seluruh benak jiwaku
Hingga aku sulit berucap kata tentang wajahmu
Karena wajahmu keajaiban alam yang tersimpan disamudra semesta
Kelembutan wajahmu laksana sutra disinggasana surga
Sungguh wajahmu menembus batas keajaiban alam semesta
Untuk itu aku menulis tentang keajaiban wajahmu
Terasa begitu indah dikalbuku yang terdalam

Bila wajahmu selalu hadir dibenakku
Semua jiwaku terasa tenang laksana danau persinggahan
Karena wajahmu keajaiban dari kekayaan alam
Sungguh aku mengagumi akan keajaiban wajahmu
Sampai seluruh kalbuku terasa tenteram
Saat keajaiban wajahmu hadir dikalbuku
Hingga membuat seluruh jantungku berdecak kagum
Saat mengenang keajaiban wajahmu

Sementara disini kulihat cuaca masih bersahabat
Begitu juga awan-awan masih terang benderang
Secerah keajaiban wajahmu laksana cahaya dilangit
Sungguh aku mengenal wajahmu
Bersama keajaiban-keajaiban yang tersimpan didalamnya
Hingga seluruh jiwaku mengingat tentang wajahmu
Karena wajahmu mengandung keajaiban yang sungguh menakjubkan
Hingga sampai masuk kecelah-celah jiwaku yang terdalam

Friday, 29 April 2016

Wanita Iman


By: Khoirul Taqwim

Wajahmu nan ayu jelita
Kulitmu bercahaya laksana rembulan
Tubuhmu semerbak wangi kasturi
Namun bukan itu aku mengagumimu
Bukan karena kecantikanmu bah Bidadari turun dari langit
Bukan karena keindahan bibirmu yang mungil
Juga bukan karena kelembutan kulitmu
Tetapi keindahan budi pekertimu
Itulah yang membuat jiwaku larut dalam hayalan tentangmu

Wanita iman
Memakai kerudung putih dimustakamu
Keindahan budi pekertimu
Menjadi suri tauladan bagi alam semesta
Karena keindahan budi pekertimu
Laksana embun pagi yang masih bersih dan suci
Sungguh budi pekertimu menyentuh kalbuku yang paling dalam

Wahai wanita iman
Keteladanam budi pekertimu
Sungguh membuat alam semesta sejuk
Begitu juga membuat jiwaku merasa kedamaian
Saat melihat budi pekertimu yang indah
Hingga seluruh nadiku bergetar
Menyaksikan kelembutan budimu yang begitu agung
Sampai kalbuku terpesona olehmu

Wanita beriman
Engkaulah harapan perdamaian alam
Engkaulah jawaban dari angkara murka
Supaya angkara murka menjadi redam
Bahkan angkara murka menjadi hilang
Karena digantikan dengan keindahan budi pekertimu
Sungguh harapan besar itu tertuju untukmu
Yaitu: untukmu wanita iman yang telah masuk dicelah-celah kalbuku terdalam

Thursday, 28 April 2016

Para Buruh Petani


By: Khoirul Taqwim

Sawah terhampar jauh
Dari ujung barat sampai ujung timur
Buruh petani masih terlihat mencangkul
Dengan penuh keikhlasan saat bekerja
Tak perduli siang maupun malam
Para buruh petani masih sempatkan diri
Tuk mengabdi pada alam semesta

Para buruh petani
Hidup penuh kesabaran
Walau hanya bermodal keringat tenaga
Tak punya sawah maupun ladang
Tetapi para buruh petani tetap tegar
Saat menghadapi peliknya hidup
Yang tak jarang menahan lapar
Karena hidup semakin mahal
Dengan kenaikan beragam kebutuhan hidup
Walau upah para buruh petani tak kunjung naik

Wahai para buruh petani
Kehidupanmu mengabdi pada alam
Tak perduli hidup semakin mahal
Namun engkau para buruh petani masih tetap sabar
Saat menjalankan aktivitas hidup
Karena hidup para buruh petani
Penuh dengan kesederhanaan
Sehingga hidup walau sesulit apapun
Engkau para buruh petani
Tetap tegar menerjang sulitnya hidup

Engkau para buruh petani
Kesabaranmu tentang menjalani hidup
Menjadi suri tauladan kebaikan
Bagi dia yang ingin hidup dalam bentuk kesederhanaan
Karena para buruh petani sumber kesederhanaan itu sendiri
Sungguh mulia jiwa para buruh petani
Walau tak punya harta berlimpah
Apalagi kendaraan mewah
Namun jiwamu tak kalah kaya
Dari dia yang punya harta berlimpah maupun kendaraan mewah

Wednesday, 27 April 2016

Merindukan Jilbabmu


By: Khoirul Taqwim

Cahaya mentari pagi
Masih terasa hangat disanubari
Hingga membuat seluruh kalbuku
Merasa tenteram bersama jilbabmu kala itu
Namun kini tinggal sebuah kenangan rasa
Hanya kerinduanku tentang jilbabmu
Yang membentang disinggasana cakrawala raya

Kelembutan jilbabmu
Pancarkan pesona kelembutan rasa
Hingga membuat jiwaku terasa hangat
Saat mengingat tentang jilbab dimustakamu
Sungguh jiwaku merindukan jilbabmu yang begitu anggun mempesona rasa
Karena jilbabmu menyejukkan kalbuku yang terdalam
Sampai masuk kerelung kalbu rasaku

Merindukan jilbabmu
Menumbuhkan rasa kekagumanku tentangmu tak terbendung
Sampai masuk kedasar jiwa sanubariku
Hingga tak terasa sejenak jiwaku tertuju khusus untukmu
Karena jiwaku sudah terpaut rasa tentang keindahan jilbabmu
Sampai seluruh jiwaku merindukan
Akan keberadaan jilbab yang ada dimustakamu

Merindukan jilbabmu
Menambah rasa keimanan pada Ilahi
Karena dibalik jilbabmu tersimpan budi pekerti yang luhur
Hingga seluruh jiwaku
Merasa dirimu bagian keteladanan keindahan
Sungguh hatiku terpaut oleh jilbab indahmu
Sampai seluruh kalbuku merindukan tentang jilbabmu
Yang indah mempesona rasa jiwa terdalamku
Terima kasih kuhaturkan pada keindahan jilbabmu dari lubuk hatiku terdalam