.jpg)
Saturday, 26 December 2009
MASYARAKAT PINGGIRAN
.jpg)
TERIMA CINTA SATU NAMANYA
.jpg)
Friday, 25 December 2009
HARI REVOLUSI

Oleh: Khoirul Taqwim
Revolusi
Banjir darah mengalir
Tetesan air mata tumpah ruah dibumi
Senapan ditangan
Celurit memenggal kepala
Buta suram hari itu
Revolusi berkumandang sejauh langit biru
Bendera revolusi berkibar
Kepala manusia baru ditunggu
Derap langkah perubahan membahana
Jantung berdetak kencang
Mata sambut hari revolusi
Nyawa melayang
Harta tergilas
Korban berjatuhan
Jadi tumbal gerakan
Hari revolusi tiba
Mata pilu campur bahagia rasa
Berjuta rasa menyuara diangkasa
Datang hari revolusi
Ditunggu Jutaan telinga
Sekaligus jadi hantu jutaan mata
MENUNGGU JAWABAN CINTA
.jpg)
Oleh: Khoirul Taqwim
Kukirim bahasa sederhana
Tertulis untuk sahabat tercinta
Rasa bergejolak penuh Tanya
Saat bahasa terbalas
Hari kehari berlalu kabut rasa
Bahasa berkunjung setiap waktu
Dulu sahabat
Kenapa hati kurasa ada rasa
Cintakah ini semua
Tanya’ dalam hati kecilku
Aku tak mau tahu
Aku tak harus gegabah
Menentukan arah jiwa
Aku harus berani nyatakan rasa
Aku harus mengirim bahasa sederhana
Lima huruf tertera
Cinta
Itu bahasa yang kuungkap untuk sahabat
Status berubah bahasa
Sahabat menjadi cinta
Tinggal menunggu kapan
Hari ini
Besok lusa
Kutunggu jawabanmu
Kunanti bahasa sederhanamu
Didepan facebook baruku
PUTUS CINTA
.jpg)
Oleh: Khoirul Taqwim
Rasa hati sakit melilit
Saat tertulis kata putus dalam kertas
Hati menyayat pilu
Saat kubaca kata perkata
Seketika Mata memerah
Hati robek tak terkira
Cinta putus
Buat air mata mengalir banjir
Sedih selimuti hari yang tak menentu
Kusesalkan bukan putus cinta
Tetapi kenapa harus ada cinta
Itu sesal terdalam
Hingga masuk dalam jantung penuh durian
Rasa putus
Merasuk sanubari dalam
Kapan obat
Pertanyaan yang tak pernah terjawab tuntas
Sebab sisa-sisa derita putus masih berlanjut
Saat ini dan besok lusa tak ada akhir rasa
Putus cinta
Tak ada dalam kamus
Putus hubungan bercinta
Itu sering ada dalam nyata

