Saturday, 1 January 2011

Misteri Kepala Di Rowo Angker



Waktu aku masih kecil hidup disalah satu sudut daerah terpencil yang menjadi tumpangan masa Kanak-kanakku, ada sebuah lokasi yang terkenal dengan nama rowo angker, di saat itu aku masih duduk di kelas 5 SD, aku sempat berpikir cerita tentang rowo angker mungkin hanya sebatas ilusi, sehingga dalam hatiku waktu itu jangan percaya terlebih dahulu tentang cerita ghaib gituan, bahkan dalam hatiku terkadang merasa tertantang untuk mengetahui apa benar dirowo angker itu ada sosok kepala manusia yang berjalan mengitari rowo angker di saat malam jum'at kiwon.

Kisah itu dimulai setelah pulang dari sekolah aku diajak temanku pergi memancing di rowo yang angker tadi, soalnya terkenal banget rowo itu dengan makhluk halus yang tak mulus, sebenarnya waktu itu aku kurang percaya tentang gosip ghaib itu, lalu aku berangkat saja dengan tenang dan berharap mengadu keberuntunganku lewat memancing ikan dirowo angker.

Di siang bolong terlihat jelas matahari bersinar tepat di atas kepala, aku mulai mengadu peruntungan dengan lewat memancing, tetapi kenapa perasaanku ada keganjilan, aku melihat burung tanpa kepala di sebelahku, rasa keingintahuanku tumbuh dan kudekati burung tadi, setelah aku agak mendekat ternyata kepala burung tadi tertutup daun tebu, Oooo...maklum kepala burung tadi tak kelihatan, karena kepala burung tadi tertutup daun tebu.

Sudah berjam-jam aku duduk dan terkadang berdiri sama temanku saat memancing, dan hari ini agak lumayan banyak aku mendapatkan ikan, disaat sudah menjelang surup atau di waktu mendekati magrib, aku secepat mungkin pulang takut kalau kemalaman nanti, tetapi kenapa ada keganjilan dalam benakku, karena aku melihat dari jauh ada kepala manusia berjalan tanpa tubuh, aku dan temanku tak berani mendekat, bahkan dengan hitungan satu, dua dan tiga aku lari sekencang mungkin meninggalkan rowo angker.

Sampai sekarang peristiwa itu menjadi misteri dan pertanyaan dalam diriku, apakah benar yang kulihat waktu itu kepala tanpa tubuh atau kepala tadi bertubuh? Peristiwa itu sampai hari ini belum kutemukan jawabannya, karena aku tak mendekati kepala tadi, malah aku lari terbirit-birit hahahhahha........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)............

Misteri Kepala Di Rowo Angker



Waktu aku masih kecil hidup disalah satu sudut daerah terpencil yang menjadi tumpangan masa Kanak-kanakku, ada sebuah lokasi yang terkenal dengan nama rowo angker, di saat itu aku masih duduk di kelas 5 SD, aku sempat berpikir cerita tentang rowo angker mungkin hanya sebatas ilusi, sehingga dalam hatiku waktu itu jangan percaya terlebih dahulu tentang cerita ghaib gituan, bahkan dalam hatiku terkadang merasa tertantang untuk mengetahui apa benar dirowo angker itu ada sosok kepala manusia yang berjalan mengitari rowo angker di saat malam jum'at kiwon.

Kisah itu dimulai setelah pulang dari sekolah aku diajak temanku pergi memancing di rowo yang angker tadi, soalnya terkenal banget rowo itu dengan makhluk halus yang tak mulus, sebenarnya waktu itu aku kurang percaya tentang gosip ghaib itu, lalu aku berangkat saja dengan tenang dan berharap mengadu keberuntunganku lewat memancing ikan dirowo angker.

Di siang bolong terlihat jelas matahari bersinar tepat di atas kepala, aku mulai mengadu peruntungan dengan lewat memancing, tetapi kenapa perasaanku ada keganjilan, aku melihat burung tanpa kepala di sebelahku, rasa keingintahuanku tumbuh dan kudekati burung tadi, setelah aku agak mendekat ternyata kepala burung tadi tertutup daun tebu, Oooo...maklum kepala burung tadi tak kelihatan, karena kepala burung tadi tertutup daun tebu.

Sudah berjam-jam aku duduk dan terkadang berdiri sama temanku saat memancing, dan hari ini agak lumayan banyak aku mendapatkan ikan, disaat sudah menjelang surup atau di waktu mendekati magrib, aku secepat mungkin pulang takut kalau kemalaman nanti, tetapi kenapa ada keganjilan dalam benakku, karena aku melihat dari jauh ada kepala manusia berjalan tanpa tubuh, aku dan temanku tak berani mendekat, bahkan dengan hitungan satu, dua dan tiga aku lari sekencang mungkin meninggalkan rowo angker.

Sampai sekarang peristiwa itu menjadi misteri dan pertanyaan dalam diriku, apakah benar yang kulihat waktu itu kepala tanpa tubuh atau kepala tadi bertubuh? Peristiwa itu sampai hari ini belum kutemukan jawabannya, karena aku tak mendekati kepala tadi, malah aku lari terbirit-birit hahahhahha........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)............

Friday, 31 December 2010

Selamat Bermatabaria



Umur kita tak terasa semakin tua di makan taba, Ya!!..sebelum taba kita mau tak mau akan menghadapi yang bernama mataba, apalagi Jam-perjam nyaris mendekati waktu mataba, jangan khawatir dimataba kita bisa bahagia dengan cara sederhana, sebagai wujud suka cita kita dalam menyambut tabaria.

Kita sering melihat perayaan mataba begitu heboh di jalanan maupun tempat lain yang menjadi konsentrasi massa, dengan suara terompet, kembang api, mrecon, bahkan melalui lagu dangdutan dalam menghibur diri di waktu mataba, semua memang punya cara masing-masing secara individu maupun kelompok dalam merayakannya, tetapi di mataba 2011 masehi ini aku cukup merayakan di depan komputer, sambil minum air putih dan tak lupa aku berucap do'a. Semoga saja di taba yang sebentar lagi datang, Sang maha pencipta selalu memberikan aku panjang umur yang lebih bermanfa'at dibanding tahun kemarin, Amiens.

Bagi yang merayakan mataba, selamat berpesta dengan cara sesuka jiwa, tetapi yang perlu diingat tetap jaga kesehatan dan ketertiban dimanapun kailan berada.

Yok!! bermatabaria.........

Selamat bermatabaria buat kozkiber dan semuanya.....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Selamat Bermatabaria



Umur kita tak terasa semakin tua di makan taba, Ya!!..sebelum taba kita mau tak mau akan menghadapi yang bernama mataba, apalagi Jam-perjam nyaris mendekati waktu mataba, jangan khawatir dimataba kita bisa bahagia dengan cara sederhana, sebagai wujud suka cita kita dalam menyambut tabaria.

Kita sering melihat perayaan mataba begitu heboh di jalanan maupun tempat lain yang menjadi konsentrasi massa, dengan suara terompet, kembang api, mrecon, bahkan melalui lagu dangdutan dalam menghibur diri di waktu mataba, semua memang punya cara masing-masing secara individu maupun kelompok dalam merayakannya, tetapi di mataba 2011 masehi ini aku cukup merayakan di depan komputer, sambil minum air putih dan tak lupa aku berucap do'a. Semoga saja di taba yang sebentar lagi datang, Sang maha pencipta selalu memberikan aku panjang umur yang lebih bermanfa'at dibanding tahun kemarin, Amiens.

Bagi yang merayakan mataba, selamat berpesta dengan cara sesuka jiwa, tetapi yang perlu diingat tetap jaga kesehatan dan ketertiban dimanapun kailan berada.

Yok!! bermatabaria.........

Selamat bermatabaria buat kozkiber dan semuanya.....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Merayakan Tahun Baru Ala Desa


Perhelatan malam tahun baru saat aku tinggal ditempat saudaraku sangat sederhana dan berbeda dengan kondisi kota yang sering terlihat dalam merayakan tahun baru melalui sorak pora menyalakan kembang api, mrecon dan masih banyak lagi cara mereka dalam mengamini tahun baru, tetapi semoga saja dalam merayakan tahun baru mereka tidak meledakkan tiga kilo gram elpiji, apalagi dinamit jangan sampai, hatiku bergumam seperti itu hahahhaha.......

Saat malam tahun baru telah tiba, masyarakat desa setempat mulai berkumpul dengan membawa ambeng yang berisi engkong ayam, kurap, sambal goreng, tak ketinggalan nasi kuning dan masih banyak lagi yang terisi di ambeng sampai aku tak bisa mengingatnya.

Setelah masyarakat berkumpul sesepuh desa tersebut mulai melakukan pembacaan do'a berkah diakhir tahun, saya cukup mengamini saja, bahkan terasa ada kompetisi dengan sekeras-keras mungkin mengamini, akupun coba ikut dalam kompetisi itu, dengan cara bersuara sekeras mungkin menyebut kata amin, tetapi suaraku tetap kalah dengan penduduk setempat, wajar saja mereka adalah orang-orang pantai yang terkenal dengan suara keras dan lantang. Tak apalah aku kalah kompetisi bilang amin, tetapi nanti yang paling penting aku tidak kalah dapat engkong ayam yang paling banyak...hahahahaa....pikirku.

Puji sukur pada sang maha pencipta, akhirnya sampailah pada pembagian ambeng, lumayan aku dapat kepala ayam, srondeng, telur rebus, kurap, dan tak ketinggalan beserta nasi kuning, telihat pula penduduk kampung tersebut begitu gembira ria menyambut malam tahun baru di pinggir pantai yang kebanyakan dihuni para nelayan, dan tak lupa mereka memakan dengan serakah ambeng-ambeng yang sudah di bagi tadi.

Waktu mulai malam dan mendekati detik-detik menegangkan, disaat Detik-detik pergantian tahun baru mulai tiba, semua yang ada dipinggir pantai ikut berhitung sampai hitungan kesepuluh, akupun tak mau ketinggalan ikut bersuara dengan keras, mulailah aku bersuara: Siji, Loro, Telu sampai hitungan kesepuluh, dan terdengar suara gemuruh masyarakat desa di saat pergantian tahun baru telah tiba, dengan memanjatkan rasa syukur pada sang maha pencipta, di saat itu pula hatiku berdo'a semoga di tahun baru kami selalu diberi kesehatan lahir maupun batin. Amiens....

Selamat datang tahun baru.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).....