Monday, 10 January 2011

Naik Perahu Di Sungai Mahakam



Dulu waktu aku kekaltim pernah naek perahu kecil saat mau menyeberang kesungai mahakam, dengan daerah indah penuh pesona iringi langkah perahu yang kunaiki menyusuri sungai yang begitu deras airnya mengalir, kalau kita melihat dari permukaan terlihat sederhana saja aliran airnya yang tak tampak deras, namun sebenarnya arus aliran sungai itu begitu deras, apabila air itu dilihat semakin kedalam dan kedalam.

Sungai mahakam terlihat indah pesona yang membentang dengan panorama yang punya ciri khas luar biasa, alamnya yang nampak masih asri membuat sejuk keberadaan disekitar sungai mahakam, dulu aku sering hanya sekedar melihat sungai mahakam waktu dikaltim, walau hanya sebatas melihat-lihat saja dipinggir sungai mahakam, ada sesuatu yang nampak indah membuat diri ini bahagia dengan melihat panorama keindahan yang dimiliki sungai mahakam.

Pernah waktu mau menyeberang kesungai mahakam membuat hati ini jantungan, karena waktu naek perahu kecil itu, ternyata ditengah-tengah sungai yang begitu besar dan deras airnya, mesin perahu yang kunaiki mati ditengah-tengah sungai yang membentang luas, melihat gelagat itu aku seolah-olah tenang saja, tetapi sebenarnya dalam hatiku ada rasa was-was saat itu, bagaimana tidak perahu yang kunaiki terseret air sampai sekitar sepuluh menit, tetapi aku merasa bersyukur setelah sepuluh menit perahu itu menyala lagi mesinnya, betapa senangnya hati ini yang kurasa waktu itu, ternyata sang maha pencipta berkehendak lain, dan akhirnya perahu itu berjalan lagi menyusuri sungai sampai tujuan yang ingin kucapai saat itu.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Naik Perahu Di Sungai Mahakam



Dulu waktu aku kekaltim pernah naek perahu kecil saat mau menyeberang kesungai mahakam, dengan daerah indah penuh pesona iringi langkah perahu yang kunaiki menyusuri sungai yang begitu deras airnya mengalir, kalau kita melihat dari permukaan terlihat sederhana saja aliran airnya yang tak tampak deras, namun sebenarnya arus aliran sungai itu begitu deras, apabila air itu dilihat semakin kedalam dan kedalam.

Sungai mahakam terlihat indah pesona yang membentang dengan panorama yang punya ciri khas luar biasa, alamnya yang nampak masih asri membuat sejuk keberadaan disekitar sungai mahakam, dulu aku sering hanya sekedar melihat sungai mahakam waktu dikaltim, walau hanya sebatas melihat-lihat saja dipinggir sungai mahakam, ada sesuatu yang nampak indah membuat diri ini bahagia dengan melihat panorama keindahan yang dimiliki sungai mahakam.

Pernah waktu mau menyeberang kesungai mahakam membuat hati ini jantungan, karena waktu naek perahu kecil itu, ternyata ditengah-tengah sungai yang begitu besar dan deras airnya, mesin perahu yang kunaiki mati ditengah-tengah sungai yang membentang luas, melihat gelagat itu aku seolah-olah tenang saja, tetapi sebenarnya dalam hatiku ada rasa was-was saat itu, bagaimana tidak perahu yang kunaiki terseret air sampai sekitar sepuluh menit, tetapi aku merasa bersyukur setelah sepuluh menit perahu itu menyala lagi mesinnya, betapa senangnya hati ini yang kurasa waktu itu, ternyata sang maha pencipta berkehendak lain, dan akhirnya perahu itu berjalan lagi menyusuri sungai sampai tujuan yang ingin kucapai saat itu.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Friday, 7 January 2011

Belajar Mengaji Dan Kitab Di Waktu Kecil


Masa kecil adalah masa yang punya kenangan setiap insan yang pernah merasakan, dan dimasa kecilku aku belum mengenal apa itu komputer, karena waktu itu belum masuk kedesaku, sehingga mengaji disore hari adalah jalan hidupku dimasa kecil, dengan banyak belajar agama membuat hati ini bahagia saat itu.

Keberadaan kampung halamanku yang dulu masih terlihat corak desa yang asri dan anggun, saat ini sudah mulai menunjukkan titik-titik keramaian, waktu dulu jalan depan rumahku belum diaspal, tetapi saat ini sudah menjadi jalan raya, dan sekarang sudah mulai memasuki era perubahan desa menuju kota kecil, itulah gambaran desaku di waktu dulu dan sekarang yang terlihat nampak berbeda sekali.

Waktu kecil di saat menjelang sore aku sudah bersiap diri pergi ketempat mengaji, apabila mendengar suara bedug dan kentongan telah terngiang di telingaku begitu keras, berarti itu pertanda waktu maghrib yang di tunggu telah tiba, aku mulai berangkat kemasjid untuk menimba ilmu agama, sebelum sholat dimulai alunan suara pujian dilantunkan secara bersamaan, aku masih ingat dengan sepenggal lirik pujian itu "ijeh tjilik diulang ngaji besok yen gede supoyo ngerti" (saat masih kecil diajari mengaji, agar disaat menginjak dewasa paham tentang makna yang terkandung dalam agama).

Setelah sholat magrhib selesai, Pak Kyai mengajari aku mengaji dan juga kitab Sulam taufiq, Matan Al Jurumiyah, nahwu sorof dan masih banyak lagi kitab yang aku pelajari saat aku masih kecil, sungguh indah di waktu itu dengan mengingat canda tawa bersama sahabat, saat belajar mengaji itu datang, dari situ nilai spiritual aku rasakan dan sekaligus sebagai penguat hatiku, melalui belajar agama di sore hari membuat perasaan indah dan nyaman dalam mengeja langkah diwaktu kecil.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Belajar Mengaji Dan Kitab Di Waktu Kecil


Masa kecil adalah masa yang punya kenangan setiap insan yang pernah merasakan, dan dimasa kecilku aku belum mengenal apa itu komputer, karena waktu itu belum masuk kedesaku, sehingga mengaji disore hari adalah jalan hidupku dimasa kecil, dengan banyak belajar agama membuat hati ini bahagia saat itu.

Keberadaan kampung halamanku yang dulu masih terlihat corak desa yang asri dan anggun, saat ini sudah mulai menunjukkan titik-titik keramaian, waktu dulu jalan depan rumahku belum diaspal, tetapi saat ini sudah menjadi jalan raya, dan sekarang sudah mulai memasuki era perubahan desa menuju kota kecil, itulah gambaran desaku di waktu dulu dan sekarang yang terlihat nampak berbeda sekali.

Waktu kecil di saat menjelang sore aku sudah bersiap diri pergi ketempat mengaji, apabila mendengar suara bedug dan kentongan telah terngiang di telingaku begitu keras, berarti itu pertanda waktu maghrib yang di tunggu telah tiba, aku mulai berangkat kemasjid untuk menimba ilmu agama, sebelum sholat dimulai alunan suara pujian dilantunkan secara bersamaan, aku masih ingat dengan sepenggal lirik pujian itu "ijeh tjilik diulang ngaji besok yen gede supoyo ngerti" (saat masih kecil diajari mengaji, agar disaat menginjak dewasa paham tentang makna yang terkandung dalam agama).

Setelah sholat magrhib selesai, Pak Kyai mengajari aku mengaji dan juga kitab Sulam taufiq, Matan Al Jurumiyah, nahwu sorof dan masih banyak lagi kitab yang aku pelajari saat aku masih kecil, sungguh indah di waktu itu dengan mengingat canda tawa bersama sahabat, saat belajar mengaji itu datang, dari situ nilai spiritual aku rasakan dan sekaligus sebagai penguat hatiku, melalui belajar agama di sore hari membuat perasaan indah dan nyaman dalam mengeja langkah diwaktu kecil.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Thursday, 6 January 2011

Aku Sudah Mati

By: Khoirul Taqwim

Hari ini aku sudah mati
Bersama layang-layang terbang tinggi membumbung
Burung-burung gagak menyambut jasadku
Dengan tawa dan senyum kecil saat melihat tubuhku
Karena sebentar lagi aku akan menjadi santapan siang bolong
Cacing bumipun ikut menari dibawah tanah
Saat jasadku dimasukkan kubangan liang lahat
Aku hanya tertawa tak ada air mata sedikitpun waktu itu

Kematianku hari ini
Bukan bentuk keputusasaanku
Namun ini adalah makna yang terdalam
Hubungan antara aku dan sang maha pencipta
Dan aku telah menepati janji hari ini
Ikhlas itulah kunci yang tepat saat melepas jasad
Masuk surga atau neraka aku tak perduli itu
Semua kuserahkan pada Allah yang maha agung

Kematian
Aku punya sedikit pinta hanya melepas nafas dan jasad tersisa
Seperti dahulu kala aku tak kembali bernyawa
Sampai detik ini juga aku akan melepas raga di alam raya

Hari kematianku ini
Kupersembahkan pada Allah yang maha suci
Sebagai wujud hamba yang pasrah dan ikhlas