Wednesday, 6 April 2011


Bangsa Barat Maju Gara-gara dari Indonesia



Para pembaca saya mengajak kembali untuk berpikir ulang mengenai kemajuan yang di capai bangsa barat saat ini, kita tahu bangsa barat yang diusung dan di agungkan atas nama kebebasan, padahal bahasa kebebasan masih rancu apabila kita mau memahami makna kebebasan itu secara dalam.

Alangkah lebih arif apabila kita menyebut kata tenggang rasa di banding mengedepankan yang tak jelas kemana arah bahasa tersebut, tetapi di sini saya tidak membahas tentang itu, namun saya akan mencoba memahami mengenai kemajuan bangsa barat itu berasal dari mana?...........

Mungkin dalam benak para pembaca terus bertanya mengenai kemajuan bangsa barat, untuk itu saya sesegera mungkin mengajak kepada para pembaca untuk terus berpikir mengenai kemajuan bangsa barat, ternyata tidak lepas dari keberadaan bangsa Indonesia. Lalu apa alasan saya bicara seperti itu?....

Karena bangsa barat sejak berabad-abad telah mencuri kekayaan sumber daya alam yang kita miliki, sehingga dari situ anda sudah bisa menebak dari mana hasil ruah tumpah kekayaan yang dimiliki bangsa barat dalam membangun negara mereka, ternyata tidak dengan cara manusiawi, padahal kita sering mendengar seolah-olah barat sebagai bangsa yang lebih manusiawi dengan mengatasnamakan HAM melalui kekuatan PBB bangsa barat meletakkan cakar keperkasaannya.

Lebih parah lagi ternyata tidak hanya permasalahan SDA, namun konsep yang di bangun masyarakat Indoesia yang terkenal dengan keberagaman sejak dahulu kala, telah di kebiri atas nama liberalisme dan menamakan pluralisme dalam mengagungkan kemanusiaan, dengan rumusan itu bangsa barat seolah-olah sebagai pioner dalam meletakkan gagasan keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nah! disinilah yang perlu saya luruskan lembali, agar tidak terjadi kesalahan dalam memaknai keberagaman, karena pluralisme ala barat yang di konsep sangat berbeda dengan kepribadian bangsa kita yang lebih menunjukkan tenggang rasa di banding kebebasan ala barat yang jauh dari nilai kemanusiaan.

Mengkonsep ulang mengenai gagasan dari bangsa barat, dan berangkat dari situlah sebenarnya sudah tahu bahwa kita telah di bohongi mereka yang seolah-olah menjunjung atas nama kemanusiaan, tetapi lihatlah tragedi kemanusiaan di Palestina, Afganistan, Irak dan bangsa lainnya, dari situ anda bisa menebak siapa di balik pengaruh kekacauan bangsa tersebut?....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Bangsa Barat Maju Gara-gara dari Indonesia



Para pembaca saya mengajak kembali untuk berpikir ulang mengenai kemajuan yang di capai bangsa barat saat ini, kita tahu bangsa barat yang diusung dan di agungkan atas nama kebebasan, padahal bahasa kebebasan masih rancu apabila kita mau memahami makna kebebasan itu secara dalam.

Alangkah lebih arif apabila kita menyebut kata tenggang rasa di banding mengedepankan yang tak jelas kemana arah bahasa tersebut, tetapi di sini saya tidak membahas tentang itu, namun saya akan mencoba memahami mengenai kemajuan bangsa barat itu berasal dari mana?...........

Mungkin dalam benak para pembaca terus bertanya mengenai kemajuan bangsa barat, untuk itu saya sesegera mungkin mengajak kepada para pembaca untuk terus berpikir mengenai kemajuan bangsa barat, ternyata tidak lepas dari keberadaan bangsa Indonesia. Lalu apa alasan saya bicara seperti itu?....

Karena bangsa barat sejak berabad-abad telah mencuri kekayaan sumber daya alam yang kita miliki, sehingga dari situ anda sudah bisa menebak dari mana hasil ruah tumpah kekayaan yang dimiliki bangsa barat dalam membangun negara mereka, ternyata tidak dengan cara manusiawi, padahal kita sering mendengar seolah-olah barat sebagai bangsa yang lebih manusiawi dengan mengatasnamakan HAM melalui kekuatan PBB bangsa barat meletakkan cakar keperkasaannya.

Lebih parah lagi ternyata tidak hanya permasalahan SDA, namun konsep yang di bangun masyarakat Indoesia yang terkenal dengan keberagaman sejak dahulu kala, telah di kebiri atas nama liberalisme dan menamakan pluralisme dalam mengagungkan kemanusiaan, dengan rumusan itu bangsa barat seolah-olah sebagai pioner dalam meletakkan gagasan keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nah! disinilah yang perlu saya luruskan lembali, agar tidak terjadi kesalahan dalam memaknai keberagaman, karena pluralisme ala barat yang di konsep sangat berbeda dengan kepribadian bangsa kita yang lebih menunjukkan tenggang rasa di banding kebebasan ala barat yang jauh dari nilai kemanusiaan.

Mengkonsep ulang mengenai gagasan dari bangsa barat, dan berangkat dari situlah sebenarnya sudah tahu bahwa kita telah di bohongi mereka yang seolah-olah menjunjung atas nama kemanusiaan, tetapi lihatlah tragedi kemanusiaan di Palestina, Afganistan, Irak dan bangsa lainnya, dari situ anda bisa menebak siapa di balik pengaruh kekacauan bangsa tersebut?....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Bangsa Barat Maju Gara-gara dari Indonesia


Para pembaca saya mengajak kembali untuk berpikir ulang mengenai kemajuan yang di capai bangsa barat saat ini, kita tahu bangsa barat yang diusung dan di agungkan atas nama kebebasan, padahal bahasa kebebasan masih rancu apabila kita mau memahami makna kebebasan itu secara dalam.

Alangkah lebih arif apabila kita menyebut kata tenggang rasa di banding mengedepankan yang tak jelas kemana arah bahasa tersebut, tetapi di sini saya tidak membahas tentang itu, namun saya akan mencoba memahami mengenai kemajuan bangsa barat itu berasal dari mana?...........

Mungkin dalam benak para pembaca terus bertanya mengenai kemajuan bangsa barat, untuk itu saya sesegera mungkin mengajak kepada para pembaca untuk terus berpikir mengenai kemajuan bangsa barat, ternyata tidak lepas dari keberadaan bangsa Indonesia. Lalu apa alasan saya bicara seperti itu?....

Karena bangsa barat sejak berabad-abad telah mencuri kekayaan sumber daya alam yang kita miliki, sehingga dari situ anda sudah bisa menebak dari mana hasil ruah tumpah kekayaan yang dimiliki bangsa barat dalam membangun negara mereka, ternyata tidak dengan cara manusiawi, padahal kita sering mendengar seolah-olah barat sebagai bangsa yang lebih manusiawi dengan mengatasnamakan HAM melalui kekuatan PBB bangsa barat meletakkan cakar keperkasaannya.

Lebih parah lagi ternyata tidak hanya permasalahan SDA, namun konsep yang di bangun masyarakat Indoesia yang terkenal dengan keberagaman sejak dahulu kala, telah di kebiri atas nama liberalisme dan menamakan pluralisme dalam mengagungkan kemanusiaan, dengan rumusan itu bangsa barat seolah-olah sebagai pioner dalam meletakkan gagasan keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nah! disinilah yang perlu saya luruskan lembali, agar tidak terjadi kesalahan dalam memaknai keberagaman, karena pluralisme ala barat yang di konsep sangat berbeda dengan kepribadian bangsa kita yang lebih menunjukkan tenggang rasa di banding kebebasan ala barat yang jauh dari nilai kemanusiaan.

Mengkonsep ulang mengenai gagasan dari bangsa barat, dan berangkat dari situlah sebenarnya sudah tahu bahwa kita telah di bohongi mereka yang seolah-olah menjunjung atas nama kemanusiaan, tetapi lihatlah tragedi kemanusiaan di Palestina, Afganistan, Irak dan bangsa lainnya, dari situ anda bisa menebak siapa di balik pengaruh kekacauan bangsa tersebut?....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Saya Baru Tahu Kalau Tanah Jawa itu Kunci Alam Semesta



Ketika anda membaca tulisan ini di pastikan terlebih dahulu jiwa anda dalam keadaan sehat walafiat, agar selalu dapat mencerna setiap huruf perhuruf dan mampu menafsirkan dengan cerdas dalam menarik sebuah kesimpulan yang sebentar lagi ada di hadapan anda.

Terlebih dahulu para pembaca saya ajak untuk terkaget-kaget sekeras mungkin, mengenai judul di atas tentang fenomena bahwa tanah jawa itu kunci alam semesta, mungkin saja judul itu membuat anda bertanya-tanya dalam hati. Mengenai kunci apa di balik tanah jawa dalam mempengaruhi rotasi peradaban alam semesta?...........

Disini saya mencoba mengulas sedikit bahwa pulau jawa ternyata punya nilai sejarah yang sangat berharga dalam denyut nadi kehidupan alam semesta, sebab kita tahu di tanah jawa terdapat beragam misterius yang sampai detik ini akal belum bisa membaca fenomena itu, karena tanah jawa merupakan pertemuan antara kekuatan psikis dan rasional, sehingga tanah jawa di katakan tanah Dewa (Tuhan), sebab kita tahu bahwa ternyata tanah jawa sangat punya nilai historis dalam denyut nadi peradaban manusia di alam semesta.

Ketika tanah jawa dalam keadaan baik dan sehat, tentu di situ akan ada kesimpulan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang seimbang, tetapi apabila tanah jawa terjadi keguncangan (kerusakan). Nah! disini maka tidak Segan-segan alam semesta dalam keadaan berbahaya, sehingga mau tidak mau tanah jawa harus tetap dijaga dan di lestarikan sebagai cara kita menghargai alam semesta, karena yang perlu di ingat dan di catat ketika tanah jawa mengalami kerusakan, maka sudah dapat di pastikan alam semesta akan terjadi ketidak seimbangan , bahkan di bawah titik kerusakan alam.

Gambaran di atas merupakan cuplikan sedikit bahwa tanah jawa punya nilai alam yang sungguh luar biasa bagi peradaban spesies manusia, bahkan konon spesies aliens yang ada di luar angkasa (kepercayaan masyarakat mengenai makhluk di luar bumi) sangat khawatir apabila tanah jawa mengalami kerusakan, maka tidak menutup kemungkinan alam semesta akan ikut rusak pula.

Satu hal yang mungkin anda berpikir lagi, kalau saya mengatakan bahwa tanah jawa kunci asia tenggara tentu anda tidak kaget, karena tanah jawa pernah menjadi tempat pemersatu nusantara, tetapi ketika saya membuat argumen bahwa tanah jawa itu kunci alam semesta, maka anda akan saya ajak berpikir ulang, tetapi apabila anda mengalami kebuntuan berpikir, maka sesegera mungkin ambil nafas Sedalam-dalamnya dan tutup artikel ini, agar anda tidak mengalami sakit jantungan dan yang paling berbahaya kalau jiwa anda kena serangan demam abnormal. Berangkat dari situ saya mengajak kepada para pembaca untuk berpikir ulang, tentang fenomena alam semesta bahwa kuncinya terletak di tanah jawa.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........