Saturday, 15 December 2012

Menyelamatkan "Lembaga Peradilan"



Lembaga peradilan sudah lumpuh sebagai garda depan dalam memberikan rasa keadilan maupun rasa persamaan. Sehingga jangan heran, apabila terdapat lembaga peradilan dinegeri Indonesia yang tak jarang melakukan berbagai kebijakan blunder, bahkan telah mengakibatkan lembaga peradilan sebagai pengadil, semakin jauh dari harapan, untuk mewujudkan keadilan diberbagai aspek ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat..

Keberadaan lembaga peradilan sudah seharusnya dapat menjadi garda depan, untuk melakukan sebuah pembersihan dari tindak penyimpangan yang melanggar Undang-undang, tetapi realita kehidupan ditengah-tengah lembaga peradilan sering disalah gunakan oleh segelintir oknum dengan cara jual-beli kasus-perkasus didalam lembaga peradilan.

Jual-beli kasus-perkasus dalam realita kehidupan dilembaga peradilan, telah nyata-nyata menciderai keadilan, karena dengan terjadinya praktek jual-beli dilembaga peradilan, ternyata telah menciptakan tingkat ketidak-percayaan masyarakat semakin meningkat di tengah-tengah realita kehidupan dilembaga peradilan.

Menyelamatkan lembaga peradilan di negeri Indonesia, sudah seharusnya dilakukan, agar bangsa Indonesia mampu berdiri tegak dengan semangat persamaan seluruh masyarakat dimata hukum yang berlaku dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hukum di negeri Indonesia sering di istilahkan "tajam kebawah, tumpul keatas". Sungguh istilah ini membuat telinga panas dingin, karena dengan tajam kebawah, berarti masyarakat bawah tak jarang  mendapatkan keadilan yang tidak selayaknya, tetapi masyarakat kalangan atas sering mendapatkan kelonggaran hukum, padahal keberadaan hukum sudah seharusnya penuh dengan rasa persamaan dan tak pandang bulu dalam menyikapi berbagai kasus ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat.

Dengan realita kehidupan lembaga peradilan yang tak berpihak kepada kaum miskin, tetapi sebaliknya lembaga peradilan terlihat tumpul saat bersentuhan dengan golongan yang berduit, berarti keberadaan hukum dinegeri Indonesia sangat lemah saat menyentuh para kaum berduit, karena lagi-lagi, jual-beli hukum telah terjadi sedemilkian rupa dalam kehidupan lembaga peradilan di negeri tercinta saat ini.

Menyelamatkan lembaga peradilan dari para preman maupun para oknum yang bermain dilingkaran peradilan, maka sudah seharusnya kerja keras dari semua pihak diberbagai lembaga pemerintahan, khususnya lembaga peradilan sudah semestinya melakukan rekonstruksi diberbagai aspek yang bersinggungan dengan hukum di negeri Indonesia, agar kedepan bangsa Indonesia mampu berdiri tegak kembali sebagai bangsa yang menjunjung tinggi keadilan.

Semoga Allah SWT memberikan pencerahan kepada para penegak hukum dinegeri Indonesia, agar para penegak hukum mendapatkan keberhasilan dalam melaksanakan amanah sebagai pengadil yang seadil-adilnya, Amiin......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Polemik Pro-Kontra RUU Ponpes di Indonesia


Kebijakan DPR yang ingin memperjuangkan RUU Ponpes di Indonesia menuai kritik maupun dukungan, bagaimana tidak? RUU Ponpes dianggap para DPR mampu menjadi jalan yang terbaik dalam menyetarakan pendidikan, baik pendidikan yang berbasis Ponpes, madrasah, dan umum. Sehingga RUU Ponpes sangat dibutuhkan dalam merangka bentuk penyamarataan pendidikan dinegeri Indonesia, apalagi mengingat sejarah keberadaan pendidikan berbasis Ponpes ikut andil besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, untuk melawan para agresor asing yang ingin menjajah negeri tercinta.

Sedangkan yang kontra terhadap RUU Ponpes menganggap, bahwa pendidikan Ponpes tidak perlu adanya sebuah RUU Ponpes, karena kalau sampai terjadi RUU Ponpes, maka pemerintan akan mengintervensi kurikulum yang ada di Ponpes saat ini.

Kemelut masalah RUU Ponpes membuat berbagai media gencar memberitakan tentang Pro-Kontra dalam membahas masalah RUU Ponpes tersebut. Sehingga polemik tentang RUU Ponpes semakin kuat ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat kaum santri.

Sebenarnya, keberadaan pendidikan Ponpes sudah sejak dahulu kala sudah ada, bahkan sebelum ada pendidikan madrasah maupun pendidikan umum yang ada di Indonesia sekarang, pendidikan dengan berbasis Ponpes sudah terlebih dahulu eksis keberadaannya. Sehingga pemerintah dengan segenap anggota DPR sudah semestinya mampu menggali pendidikan Ponpes yang sudah menjadi acuan sebagai proses pembelajaran dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendidikan Ponpes merupakan sebuah pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur kemasyarakatan, dan juga berlandaskan moral dengan bersumber ajaran Islam sebagai jawaban dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan. Sehingga pendidikan berbasis Ponpes sangat mendesak diperlukan, untuk digali kembali, agar mampu menjadi acuan dalam membangun sebuah pendidikan di Indonesia, apalagi Ponpes sudah lahir terlebih dahulu dibandingkan pendidikan yang berbasis madrasah maupun pendidikan umum yang diakui pemerintahan saat ini.

Keberadaan RUU Ponpes dapat menjadi polemik berkepanjangan ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat, apabila DPR dan pemerintah tidak mengambil sisi positif dalam realita kehidupan pendidikan yang ada di Ponpes, apalagi mengenai RUU Ponpes dilatar belakangi tindakan dari DPR maupun pemerintah yang menganggap, bahwa pendidikan Ponpes merupakan sebuah bentuk dari sarang berbagai tindakan terorisme. Kalau RUU Ponpes berdasarkan ketakutan DPR dan pemerintah terhadap tindak terorisme yang dilakukan sebagian oknum para kaum santri dari alumnus pendidikan berbasis Ponpes, maka tinggal menunggu bom waktu para kaum santri pasti akan melakukan perlawanan terhadap pemerintahanan yang dianggap mendzalimi keberadaan pendidikan berbasis Ponpes.

Catatan sejarah besar begitu banyak bertebaran, bahwa penjajahan dinegeri Indonesia yang sudah berlangsung sejak kurang lebih tiga setengah abad, pendidikan dengan berbasis Ponpes telah mampu menempatkan diri sebagai corong perlawanan terhadap segala bentuk kedzaliman.

Begitu juga keberadaan bangsa Indonesia, apabila para penguasa terus melakukan tindak kedzaliman, baik berupa korupsi, kolusi, nepotisme, maka sejarah dapat terulang kembali, bahwa pendidikan berbasis Ponpes akan menjadi corong terdepan dalam melakukan berbagai bentuk aksi perlawanan, seperti: pada masa penjajahan dahulu kala.

Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan daya juang kepada para kaum santri, untuk terus melakukan gerakan positif disegala aspek kehidupan, agar mampu menjadi terdepan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, Amiin...

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Tuesday, 11 December 2012

Modal Awal Dalam Berpolitik





Menempuh jalan hidup menjadi seorang politisi dituntut mempunyai modal awal sebagai bentuk, untuk mendongkrak sebuah popularitas, integritas, akseptabilitas, kompetensi, dan kapabilitas, agar terlihat sebuah itikad baik dalam melakukan sebuah aksi berpolitik dalam diri maupun dalam cakupan yang lebih luas lagi.

Berpolitik membutuhkan modal awal sebagai jalan pelicin, untuk mencapai sebuah tujuan yang ingin dilalui dalam melakukan berbagai manuver politik, baik politik ditingkat lokal maupun politik ditingkat Internasional,  semua tak lepas dari sebuah bentuk strategi yang cerdas, agar mampu mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan kehendak dalam berpolitik.

Percaturan politik terlihat sangat rumit, kalau hanya sebatas dilihat dari permukaan maupun masuk dalam wilayah tertentu. Mengingat politik membutuhkan aksi, trik, langkah, strategi, operasi, dan bermanuver secara tepat, agar permainan dalam percaturan politik dapat tercapai secara tepat sasaran.

Kerja keras dalam berpolitik sangat diperlukan, untuk menyusun berbagai strategi yang paling sederhana sampai yang paling sulit dicerna, dan tentunya menguasai alur dan medan dalam mengambil langkah , untuk memainkan percaturan politik, agar kemenangan dapat diraih secara maksimal.

Modal awal dalam berpolitik tak lepas dari membangun sebuah kepercayaan maupun membangun sebuah keyakinan, karena ketika seorang politisi mampu membangun sebuah kepercayaan ditengah-tengah realita kehidupan, maka masyarakat akan percaya kepada seorang politisi tersebut.

Kalau masyarakat sudah percaya dengan seorang politisi yang dianggap mempunyai kemampuan, untuk mewujudkan harapan masyarakat secara luas, maka dengan mudah seorang politisi yang dipercaya mampu mewujudkan keinginan masyarakat ditengah-tengah realita kehidupan, untuk mendapatkan kekuasaan yang menjadi impian bagi seorang politisi sejati.

Ketika seorang politisi mampu membangun keyakinan ditengah-tengah realita kehidupan, maka naik ketahap selanjutnya, untuk berusaha secara maksimal dalam membangun keyakinan, karena kepercayaan tanpa keyakinan "bagai sayur tanpa garam".

Setelah mendapatkan keberhasilan membangun sebuah kepercayaan ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat, maka sudah selayaknya seorang politisi berusaha membangun kejenjang keyakinan. Sehingga seorang politisi tersebut, pada akhirnya benar-benar mampu mewujudkan harapan masyarakat yang lebih luas lagi, karena kepercayaan dan keyakinan sudah masuk dalam realita kehidupan ditengah-tengah masyarakat secara universal.

Berangkat dari gambaran diatas, berarti seorang politisi sudah memenangkan dalam percaturan tahap awal, dan sudah waktunya menuju tahap politik selanjutnya. Mengingat politik tidak sebatas membangun kepercayaan dan keyakinan, tetapi lebih jauh lagi seorang politisi harus benar-benar mampu mewujudkan sebuah harapan besar masyarakat, baik dalam aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, dan berbagai aspek lainnya.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir maupun batin kepada para politisi, untuk terus bekerja dalam membangun kepercayaan dan keyakinan masyarakat, agar terwujud sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai harapan yang lebih luas lagi, Amiin....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Monday, 10 December 2012

Belajar Politik Dari Yang Sederhana


Politik memang sulit ditebak alur perjalanannya, bagaimana tidak? karena politik penuh dengan tipu daya muslihat, kalau di ibaratkan politik itu bagai permainan catur, ketika papan catur terlihat warna putih masih lengkap dengan kekuatan bala tentaranya, sedangkan warna hitam tinggal sedikit bala tentaranya dibanding warna putih, tetapi ternyata dalam kondisi tertentu warna hitam, walau hanya sedikit bala tentaranya mampu mengalahkan warna putih dengan skak mat. Inilah bentuk permainan catur dengan kekuatan yang sangat lemah sekalipun mampu mengalahkan kekuatan yang dianggap masih lengkap dengan bala tentaranya.

Ketika membicarakan politik membutuhkan strategi khusus, apalagi politik tak mengenal lawan maupun kawan sejati, maka jangan heran disaat melihat para politisi hari ini bermusuhan, tetapi besok atau waktu yang akan datang malah menjadi kawan dekatnya. Semua itu tak lepas dari eksistensi politik, bahwa dikatakan lawan maupun kawan politik, dikarenakan perbedaan atau persamaan kepentingan, inilah faktor utama penentu dikatakan lawan atau kawan dalam peta perpolitikan.

Belajar dari berbagai politik yang terlihat sederhana, maka akan mendapatkan pelajaran berharga tentang makna politik sesungguhnya, untuk memberikan sebuah gambaran tentang politik itu sendiri. Sehingga jangan heran politik penuh dengan intrik, dan sulit dicari arah jalan langkah perpolitikan secara datar, karena terkadang para politisi itu lupa, bahwa tak ada lawan maupun kawan sejati dalam peta perpolitikan dibelahan bumi.

Inilah perjalanan sejarah yang dapat dijadikan contoh: dalam peta perpolitikan, bahwa bangsa Indonesia pada awalnya bersatu padu mengusir penjajahan, tetapi disaat sudah mendapatkan kemerdekaan, ternyata para tokoh kemerdekaan saling cakar-mencakar, untuk memperebutkan kursi kekuasaan, begitu juga masa reformasi pada awalnya bersatu padu menggulingkan penguasa yang dianggap diktator, tetapi pada tahap selanjutnya para tokoh refomasi ini saling jatuh-menjatuhkan antara satu dengan lainnya, untuk memperebukan singgasana kekuasaan. Berangkat dari perjalanan sejarah inilah dapat menjadi sebuah pembelajaran politik, bahwa politik sulit menemukan lawan maupun kawan sejati. karena semua terus berubah sejalan dengan situasi dan kondisi peta perpolitikan.

Dengan belajar dari politik yang sederhana diharapkan mampu membaca alur perjalanan sebuah peta perpolitikan, agar dalam memasuki wilayah perpolitikan tidak mengalami kehancuran dalam diri para politisi, maka belajar dari pengalaman para politisi terdahulu sangat dibutuhkan, untuk menyusun langkah-langkah politik selanjutnya.

Keberadaan arus gelombang politik memang sangat sulit dihentikan, tetapi paling tidak disaat terjadi arus gelombang politik yang tak terkendalikan, para politisi harus mampu membaca peta politik sesungguhnya, dan akhirnya mampu menemukan langkah-langkah untuk menghadapi gelombang politik, bahkan mampu menaklukkan gelombang politik, karena itulah para politisi harus mampu membaca kondisi dan keadaan yang terjadi.

Berangkat dari tulisan sederhana diatas, para politisi dituntut belajar politik yang paling sederhana sebagai awal mula menuju politik yang lebih rumit lagi dalam menghadapi peta perpolitikan yang semakin semrawut dalam menentukan arah maupun langkah, untuk mengambil sebuah kebijakan dalam mengarungi peta perpolitikan sesungguhnya.

Dari proses pembelajaran peta perpolitikan yang sederhana, mulai dari lingkungan diri sendiri sampai menuju politik ditingkat Nasional maupun Internasional, paling tidak ada sebuah harapan dengan berusaha belajar politik dari dasar yang paling sederhana, dan pada akhirnya mampu menguasai poltik yang lebih rumit lagi, bahkan tidak hanya sebatas permainan papan catur yang terdiri dari bidak-bidak yang siap bertarung dalam mengambil langkah menang atau kalah, namun lebih jauh lagi dengan proses pembelajaran yang paling sederhana, selanjutnya mampu menguasai politik secara universal dan global ditingkat yang lebih tinggi lagi.

Semoga Allah SWT memberikan keluasan ilmu kepada para politisi, untuk membangun bangsa yang lebih beradab dan berakhlakul karimah, agar terwujud sebuah bangsa berjiwa kejujuran dan mempunyai tanggung jawab moral yang lebih baik lagi dari sebelumnya, Amiin.......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Kebangkitan Islam di Pilpres 2014




Pilpres 2014 semakin dekat hadir ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat, mulai dari pelosok desa sampai ujung pusat kota, sudah mulai membicarakan berbagai calon presiden yang pantas maju di Pilpres 2014.

Nama-nama sang calon yang muncul di Pilpres 2014 tak lepas dari berbagai kalangan maupun profesi, baik dari pengusaha, tentara, artis,  politisi, akademisi, dan lain sebagainya. 

Pertarungan di Pilpres 2014 merupakan sebuah pintu gerbang kebangkitan Islam dalam memberikan suntikan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk terus membangun disegala aspek kehidupan, baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, akhlak, keamanan, hukum, dan berbagai aspek lainnya.

Islam dalam Pilpres 2014 menjadi sebuah ruh kehidupan, untuk mewujudkan sebuah nilai-nilai dari pengejawantahan hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, dan juga hubungan manusia dengan sang maha khalik, agar bangsa Indonesia dapat menjadi sebuah suri tauladan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara diseluruh belahan bumi.

Kerja keras umat muslim di Pilpres 2014 membutuhkan semangat daya juang dengan mengedepankan kemaslahatan secara kafah, untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan ditengah-tengah realita kehidupan, agar mampu meninggikan harkat dan martabat bagi umat muslim secara universal.

Membangun bangsa dan negara membutuhkan sebuah kerja keras yang bertanggung jawab penuh, agar bangsa dan negara kembali mampu berdiri tegak di alam Nusantara raya dari Sabang sampai Merauke, semua tak lepas dari menggali paradigma khazanah ke-Islaman yang tersurat maupun tersirat.

Kebangkitan Islam di Pilpres 2014 sudah semestinya dilakukan, untuk mewujudkan kemandirian bangsa, agar bangsa Indonesia tidak terjebak dalam lubang penyimpangan, baik penyimpangan kekayaan negara maupun penyimpangan moral bangsa.

Dengan adanya Pilpres 2014 mendatang dapat dijadikan salah salah satu momentum kebangkitan Islam, untuk terus menjadi pemacu kebangkitan Islam yang lebih luas lagi, agar dapat membangun sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tujuan dapat mewujudkan kemerdekaan bangsa yang seutuhnya, bukan kemerdekaan bangsa yang hanya sebatas gincu belaka.

Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan daya juang kepada umat muslim, untuk menghadapi perhelatan akbar di Pilpres 2014 mendatang, agar kebangkitan Islam menjadi sumbu perubahan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam menatap masa depan yang lebih baik lagi, Amiin...

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........