Saturday, 26 January 2013

2 Kemungkinan Perpindahan Ibu Kota Indonesia



Wacana perpindahan ibu kota negara di Republik Indonesia, ternyata menjadi sebuah berita besar di berbagai media, baik media massa maupun media sosial. Mengingat perpindahan ibu kota negara merupakan sebuah hajat besar bagi kelangsungan sebuah negara di dalam membangun berbagai infrastruktur. Maka perpindahan ibu kota negara diharapkan dapat menjadi sebuah pemicu kebangkitan lebih baik lagi di tengah-tengah realita kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lalu muncul sebuah pertanyaan tentang perpindahan ibu kota negara, apakah ada kemungkinan ibu kota Indonesia dapat dipindahkan dari Jakarta ke daerah lain? tentu masih ada kemungkinan, dan ada 2 kemungkinan besar yang menjadi penyebab perpindahan ibu kota negara Indonesia dapat dipindahkan ke daerah lain, di antaranya:

Pertama: di saat Jakarta mengalami banjir secara terus menerus, tanpa ada solusi mengatasi banjir secara tepat sasaran. Sehingga mengakibatkan Jakarta tenggelam disebabkan banjir atau penurunan permukaan tanah. Maka berangkat dari sinilah Jakarta akan mengalami sebuah tragedi tenggelam yang sangat mengerikan, apabila banjir dan penurunan permukaan tanah tidak dapat teratasi secara baik. Maka perpindahan ibu kota menjadi sebuah kemungkinan besar yang tidak dapat terbantahkan lagi.

Kedua: kondisi keamanan Jakarta terganggu atau disebut dengan istilah: "darurat militer". Berangkat dari sinilah, berarti tidak ada kata lain, selain perpindahan ibu kota negara Indonesia, apabila kondisi Jakarta sedang mengalami situasi keamanan yang semakin memburuk dan menampakkan kekacauan di berbagai wilayah Jakarta, baik serangan dari luar maupun serangan dari dalam.

Sejarah besar bangsa Indonesia juga pernah mencatat sebuah perpindahan ibu kota Jakarta pada tanggal 4 Januari 1946, Soekarno dan Hatta dengan menggunakan kereta api, pindah ke Yogyakarta sekaligus pula memindahkan ibu kota negara. Karena melihat dari situasi dan kondisi keamanan di ibu kota Jakarta (Batavia) yang semakin memburuk dan tak bersahabat.

Dari dua kemungkinan besar tentang perpindahan ibu kota negara di Republik Indonesia dapat terjadi, dan sejarah besar juga pernah mencatat tentang perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Yogyakarta. Semua tak lepas disebabkan dari faktor keamanan yang menjadi penyebab utama perpindahan sebuah ibu kota negara. Berangkat dari sinilah berarti perpindahan ibu kota negara bukanlah sebuah bentuk hisapan jempol belaka, namun dapat benar-benar mampu menjadi sebuah kenyataan, apabila ada alasan yang kuat tentang sebab musabab perpindahan ibu kota negara dari Jakarta berpindah ke daerah lain.

Demi nama Allah SWT sang pencipta langit dan bumi. Demi Sang Penggenggam jiwa ini. Demi Dzat Yang jiwaku di tangan-Nya. Maka aku bersumpah!!, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Seorang Politisi





Ketika melihat politik yang semakin kacau balau di segala aspek realita kehidupan, berarti dari sinilah tuntutan dan tantangan seorang politisi di dalam memainkan sebuah politik semakin menguat dari segala penjuru arah, untuk terus mengupayakan berbagai strategi yang jitu, agar mencapai hasil politik yang menghasilkan secara memuaskan, apalagi melihat dari sebuah peta politik yang sangat sulit dipahami secara logika. Berangkat dari sinilah politik sangat membutuhkan berbagai jurus dan strategi yang cerdas di dalam memainkan sebuah permainan, baik di saat menganalisa maupun di saat mencari sebuah langkah, tentu tak lepas dari tatanan meraih keberhasilan di dalam memainkan sebuah bentuk permainan berpolitik.

Bermain politik dibutuhkan sebuah keberanian di dalam melakukan berbagai tindakan, baik saat bertindak menghadapi kawan maupun saat bertindak menghadapi lawan, tetapi substansi dari politik sangat dibutuhkan sebagai bentuk peran menyusun sebuah strategi yang tidak dapat ditebak dengan mudah. Maka berangkat dari sinilah permainan politik mengandalkan segala daya upaya yang penuh dengan strategi di dalam memainkan sebuah pergolakan di alam politik yang sulit ditebak secara logika belaka.

Seorang politisi di saat bermain politik tak lepas dari situasi dan kondisi yang terjadi. Maka tidak ada kata lain, selain seorang politisi terus memainkan beragam strategi berpolitik secara tepat sasaran, apalagi mengingat politik membutuhkan gerak tanggap antara kekuatan akal dengan kekuatan jiwa. Karena kalau hanya sebatas kekuatan akal belaka, tentu spirit permainan akan terasa berkurang, begitu juga kalau hanya sebatas jiwa belaka, tentu strategi berpolitik kurang mengarah secara tepat. Sehingga kekuatan akal maupun kekuatan jiwa sama-sama dibutuhkan sebagai bentuk keseimbangan saat melakukan tindakan berpolitik.

Keberadaan kekuatan akal dan jiwa merupakan sebuah kekuatan yang penuh dengan dorongan di saat bermain tentang sebuah tindakan berpolitik. Maka berangkat dari sinilah kekuatan akal dan jiwa sangat dibutuhkan sebagai pendorong didalam memainkan sebuah peran berpolitik, tentu tak lepas dari sebuah permainan yang membutuhkan strategi dengan berbagai rencana membaca sebuah masa depan. Karena seorang politisi sangat membutuhkan sebuah permainan dengan membaca masa depan, supaya kelanjutannya di dalam berpolitik dapat mencapai sebuah tujuan secara benar dan sesuai dengan kehendak berpolitik.

Bermain politik tak dapat dilepaskan dari sebuah tahta singgasana kekuasaan, apalagi tahta singgasana kekuasaan merupakan sebuah tujuan besar bagi seorang politisi, supaya mendapatkan kekuatan didalam mengambil berbagai langkah permainan. Maka tahta singgasana kekuasaan sangat dibutuhkan seorang politisi, untuk mewujudkan berbagai program, agar rancangan dari seorang politisi dapat tercapai sesuai dengan angan-angan dan impian berpolitik.

Seorang politisi tidak dapat begitu saja di lepaskan dari sebuah permainan tentang menduduki sebuah tahta singgasana kekuasaan. Sehingga tak jarang seorang politisi dituntut terus melakukan berbagai permainan terbuka atau permainan tertutup, supaya dapat mencapai kemenangan di dalam meraih sebuah tahta singgasana kekuasaan.

Keberadaan seorang politisi dituntut pandai mencari berbagai celah, baik celah kelemahan, celah kelebihan dari kawan atau dari lawan. karena kalau celah kelemahan dapat diketahui, tinggal mengambil strategi dan melakukan berbagai manuver berpolitik, untuk melakukan sebuah serangan atau mengambil inisiatif lain, baik secara perlahan-lahan atau secara sporadis. Begitu juga kalau seorang politisi mengetahui celah kelebihan, berarti seorang politisi dituntut, untuk berhati-hati di saat mengambil sebuah langkah di dalam melakukan berbagai tindakan berpolitik secara rapi di saat memainkan sebuah permainan.

Berpolitik membutuhkan sebuah semangat dari lubuk hati, dan tentu juga dibutuhkan akal yang sehat, supaya dapat menggapai sebuah keberhasilan di saat bermain tentang mengambil celah dari berbagai sudut pandang paradigma pemikiran.

Seorang politisi merupakan seorang yang berkecimpung di bidang sebuah permainan berpolitik. Maka berangkat dari sinilah seorang politisi dituntut bermain secara jitu, untuk mengambil sebuah langkah berbagai tatanan di dalam permainan berpolitik, agar dapat menggapai sebuah politik yang sehat dan sesuai dengan cita-cita seorang politisi.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayah kepada seorang politisi, untuk terus bertindak di dalam memperjuangkan sebuah kejujuran dan keadilan, supaya tercipta kebahagiaan di tengah-tengah realita kehidupan berbangsa dan bernegara, Amin........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Jakarta Menyerang di Tahun Baru, Langit Membalas Serangan





Baru saja selesai peringatan dalam menyambut tahun baru dengan penuh gegap gempita di DKI Jakarta, ternyata langit bicara lain, setelah serangan bertubi-tubi dari darat, untuk menyerang langit dengan berbagai unjuk kekuatan penuh, baik melalui peluncuran kembang api, laser show, terompet, dan lain sebagainya.

Keberadaan langit merasa terusik dengan kehadiran sambutan tahun baru yang berlebihan dari pemerintahan DKI Jakarta. Maka langit juga unjuk kekuatan dengan penuh serangan yang tak terduga, air dari segala penjuru arah mata angin menggempur habis-habisan daratan Jabodetabek, dan akhirnya DKI Jakarta tenggelam disebabkan kemarahan langit atas serangan tahun baru dengan berbagai persenjataan yang dimiliki dari pemerintahan DKI Jakarta sebagai komandan tertinggi di dalam memeriahkan hajatan tahun baru yang terbilang cukup berlebihan.

Pemerintahan DKI Jakarta sudah seharusnya dapat memberikan suri tauladan yang baik terhadap daerah diseluruh Nusantara. Mengingat DKI Jakarta sebagai ibu kota negara, sekaligus sebagai bentuk dari segala pusat, baik pusat ekonomi maupun pusat pemerintahan, tetapi kalau pemerintahan DKI Jakarta memberikan suri tauladan yang tidak baik, tentu dapat membawa dampak yang buruk bagi seluruh daerah di Nusantara.

Penyambutan tahun baru secara berlebihan dengan bentuk apapun tidak dibenarkan, apalagi menyerang langit dengan peluncuran kembang api secara brutal, tentu dapat membuat keseimbangan alam menjadi terganggu. Berangkat dari sinilah pemerintahan DKI Jakarta sudah seharusnya dapat memberikan suri tauladan yang baik bagi daerah di seluruh Nusantara, tetapi bukan malah menjadi pemimpin yang  hanya sebatas menghamburkan uang masyarakat, melalui pesta tahun baru yang terlihat secara berlebihan di DKI Jakarta, apalagi kalau pesta tahun baru sampai menggunakan dana APBD, berarti sama dengan penyimpangan dana yang sudah seharusnya, untuk kejahteraan masyarakat luas, bukan malah dihamburkan dengan cara yang tidak baik dan tidak beradab.

Peluncuran kembang api secara berlebihan yang dilancarkan pemerintahan DKI Jakarta, tentu merupakan salah satu bentuk suri tauladan yang buruk bagi kehidupan masyarakat Nusantara. Karena peluncuran kembang api sebagai salah satu bentuk penghamburan uang yang sudah seharusnya, untuk kesejahteraan masyarakat luas, tetapi malah dihamburkan dalam bentuk yang tercela.

Dengan serangan peluncuran kembang api di tahun baru ke langit, akhirnya langit menjawab dengan serangan hujan yang begitu lebat. Sehingga mau tidak mau, akhirnya DKI Jakarta mengalami bencana tenggelam yang disebabkan oleh serangan balik dari langit, dan dampak buruk serangan balik dari langit terlihat begitu nyata, setelah langit merobohkan daratan, melalui hujan yang diturunkan dari segala penjuru arah mata angin.

Serangan tahun baru dari daratan DKI Jakarta, dan langsung dibawah komando tertinggi sang pemimpin daerah, akhirnya langit menjawab dengan serangan balik, melalui air yang berlimpah ruah dari langit, untuk membalas serangan dari daratan DKI Jakarta.

Semoga Allah SWT menolong kami semua dari segala bencana yang menimpa, baik dari daratan, lautan, udara, dan di segala penjuru arah mata angin, Amin......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).......

Monday, 21 January 2013

Sebutan "DKI Nusantara" Nama Baru Ibu Kota Indonesia?.....




Seiring dengan bergulirnya waktu yang terus menginginkan sebuah perpindahan ibu kota negara, dan juga dengan melihat berbagai permasalahan di DKI Jakarta yang begitu kompleks, baik mulai dari permasalahan macet, banjir, transportasi, permukiman, dan tata ruang wilayah di DKI Jakarta yang semakin hari menampakkan amburadul di segala aspek kehidupan. Maka tidak ada kata lain, selain perpindahan ibu kota negara di Republik Indonesia saat ini.

Dengan melihat kondisi dan situasi di DKI Jakarta yang semakin semrawut di berbagai realita kehidupan, berarti sama dengan DKI Jakarta sudah dapat dikatakan sebagai ibu kota negara yang gagal membawa perbaikan diseluruh Nusantara. Maka tidak ada kata lain, selain perpindahan ibu kota negara, untuk secepat mungkin dilaksanakan, supaya bangsa Indonesia mendapatkan sebuah ibu kota yang lebih ideal dibanding DKI Jakarta yang semakin tenggelam dengan berbagai permasalahannya.

Bangsa Indonesia sudah seharusnya mempunyai keberanian dengan mengambil sebuah sikap tegas, untuk mengupayakan perpindahan ibu kota negara yang baru, supaya bangsa Indonesia mampu mendapatkan ibu kota yang lebih ideal bagi realita kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketika ibu kota negara DKI Jakarta sudah dapat dipindahkan ke daerah lain, tentu yang lebih baik dan lebih ideal. Maka sudah saatnya memberikan sebuah nama ibu kota negara baru di Republik Indonesia, tentu dengan sebutan awal tak lepas dari sebuah nama DKI (daerah khusus ibu kota). Dan juga mengingat keberadaan DKI Jakarta setingkat dengan sebuah propinsi, berarti ibu kota yang baru nanti juga tak lepas setingkat dengan propinsi, kalau mengacu dari DKI Jakarta sebagai ibu kota negara dengan berkedudukan setingkat propinsi.

Keberadaan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke tak jarang disebut dengan istilah: Nusantara,berarti nanti kalau bisa ibu kota baru Indonesia juga dapat diberi nama "DKI Nusantara" sebagai ibu kota negara Republik Indonesia yang baru, apabila kita masih mengacu dari sejarah bangsa Indonesia tak lepas dari sebuah istilah: tentang Nusantara. Sehingga memberi nama ibu kota baru Indonesia dengan sebutan "DKI Nusantara", tentu bukanlah hal baru didalam sebuah sejarah perjalanan bangsa Indonesia, tetapi malah mengingatkan kebesaran bangsa Indonesia masa silam, baik di tingkat lokal, regional, dan Internasional.

Dengan memberi nama "DKI Nusantara" sebagai ibu kota negara baru di Republik Indonesia, berarti sama dengan bangsa Indonesia masih mau mengingatkan kembali sejarah besar bangsa Nusantara didalam menegakkan panji-panji kebesaran atas nama bangsa dan negara yang terbesar di belahan Asia Tenggara.

"DKI Nusantara" sebuah usulan nama ibu kota negara baru di Republik Indonesia, apabila nanti benar-benar terjadi sebuah perpindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta menuju daerah lainnya, tentu daerah yang lebih layak dan ideal sebagai ibu kota negara, apabila dibandingkan dengan DKI Jakarta saat ini.

Memunculkan nama "DKI Nusantara" sebagai ibu kota baru, semua tak lepas dari sejarah besar bangsa Nusantara yang pernah berdiri tegak di kawasan Asia Tenggara. Sehingga wajar dahulu kala bangsa Nusantara dapat menguasai penuh berbagai wilayah di Nusantara. Bahkan bangsa diseluruh alam semesta gentar, apabila mendengar kedaulatan penuh yang dimiliki bangsa Nusantara di zaman "kepengker" dahulu kala.

Mengacu pada sejarah kebesaran Nusantara, apalagi mengingat bangsa Indonesia di gadang-gadang sebagai titisan dari bangsa Nusantara yang pernah menjadi penguasa di Asia Tenggara. Sehingga dengan memberikan sebuah wacana tentang pemberian ibu kota negara baru di Republik Indonesia dengan sebutan "DKI Nusantara", tentu semua tak lepas dari sejarah bangsa Nusantara yang terdiri bari berbagai bangsa dan negara di kawasan Asia Tenggara pada zaman "kepengker" masa silam.

Semoga Allah SWT memberikan ketenangan hati kepada kami, supaya kami mampu berpikir secara jernih dan cerdas, Amin........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Wacana Perpindahan Ibu kota Negara Dari Soekarno Sampai SBY




Wacana perpindahan ibu kota negara di Republik Indonesia sudah sejak dahulu kala menjadi pembahasan yang hangat dari berbagai kalangan masyarakat luas, baik mulai dari pemerintahan sampai di warung-warung kopi. Bahkan Presiden Republik Indonesia pertama kali juga pernah mempunyai sebuah gagasan besar, untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke kota lain. Karena semua tak lepas dari sebuah prediksi tentang Jakarta akan penuh sesak dan sudah tidak ideal lagi, untuk dijadikan sebagai ibu kota negara di Republik Indonesia.

Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno pernah mempunyai gagasan, untuk memindahkan ibu kota negara ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah tahun 1957. Sementara Soeharto juga pernah mempunyai gagasan, bahwa pusat pemerintahan digeser ke sekitar Jonggol, Kabupaten Bogor. Dari dua pucuk kepemimpinan di Republik Indonesia tersebut, tentu sudah dapat memberikan sebuah nilai-nilai positif, bahwa perpindahan ibu kota negara bukanlah hal yang mustahil, tetapi dapat dilakukan, apabila dukungan dari semua pihak dapat tercapai dengan baik dan tepat sasaran.

Sedangkan Presiden SBY juga tidak mau ketinggalan membahas tentang perpindahan ibu kota negara. Bahkan SBY juga telah mengajukan tiga skenario perpindahan ibu kota negara yang perlu didiskusikan oleh publik. Skenario pertama adalah mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota negara, pusat pemerintahan, sekaligus kota ekonomi dan perdagangan, apabila opsi ini tetap menjadi pilihan bagi masyarakat luas, berarti opsi ini berkonsekuensi pada pembenahan secara total atas berbagai permasalahan, baik permasalahan macet, banjir, transportasi, permukiman, dan tata ruang wilayah di DKI Jakarta saat ini.

Kemudian skenario yang kedua, yaitu: membangun Ibu Kota yang benar-benar baru, dan terakhir, yaitu: skenario ketiga, Ibu Kota negara tetap di DKI Jakarta, namun memindahkan pusat pemerintahan ke lokasi lain. 

Berangkat dari ketiga skenario yang diajukan SBY diatas, untuk melakukan perpindahan ibu kota negara. Maka yang perlu diperhatikan dari berbagai pihak, untuk terus melakukan berbagai kajian ilmiah, untuk mendapatkan sebuah paradigma pemikiran yang tepat didalam melakukan perpindahan atau tidak melakukan perpindahan sebuah ibu kota negara, supaya kedepan bangsa Indonesia dapat kembali bangkit dari berbagai permasalahan, terutama permasalahan yang terjadi di DKI Jakarta sebagai ibu kota negara saat ini.

Melihat wacana perpindahan ibu kota negara Republik Indonesia dari Soekarno sampai SBY, membuat paradigma pemikiran dari berbagai kalangan, untuk memberikan berbagai opini antara pro perpindahan ibu kota negara atau kontra dengan perpindahan ibu kota negara. Sehingga permasalahan tentang perpindahan ibu kota negara secepat mungkin mendapatkan perhatian dari khalayak umum, baik dari masyarakat atas sampai dari masyarakat bawah.

Sebenarnya, melihat kekacauan di DKI Jakarta, mulai dari kemacetan akut, kepadatan penduduk, pembangunan yang tak terencana, bahkan hingga banjir yang tak jarang menenggelamkan di DKI Jakarta, tentu membuat masyarakat berpikir ulang, bahwa perpindahan ibu kota negara menjadi sebuah keharusan, supaya roda pemerintahan dapat berjalan secara normal. Karena kalau permasalahan di DKI Jakarta sebagai ibu kota negara terus berlanjut, berarti sama dengan kerugian material maupun non material akan mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semoga Allah SWT memberikan ketabahan kepada bangsa Indonesia, untuk terus berjuang keluar dari berbagai permasalahan yang sangat mengkhawatirkan, supaya bangsa Indonesia dapat kembali tegak dan berjaya diseluruh belahan seantero alam semesta, Amin.....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........